Fikih

Berdosakah Orang yang Tidak Bisa Membaca al-Quran secara Tartil?

Pertanyaan:

Ustadz, tartil itu apa ya? Karena saya tidak bisa membaca al-Quran dengan baik. Apakah berdosa ustadz?

Jawaban:

Apakah tartil itu?
Tartil secara sederhana adalah membaca secara jelas, sehingga huruf-hurufnya bisa terbaca dengan baik.

Abu Ishaq dalam kitab Lisânul ‘Arab mengatakan bahwa tartil adalah membaca dengan jelas. Bacaan seperti ini tidak bisa dilakukan jika membacanya dengan terburu-buru. Membaca dengan jelas hanya bisa dilakukan jika dia menyebut semua huruf, dan memenuhi cara pembacaan huruf dengan benar.

Maksud membaca al-Quran secara tartil adalah membaca al-Quran secara jelas. Membaca seperti ini dianjurkan oleh al-Quran. Ibnu Jazari mengatakan bahwa bagi orang yang mampu membaca al-Quran secara tartil, namun tidak melakukannya maka ia berdosa. Dalilnya firman Allah Swt:

وَرَتِّلِ الْقُرْءَانَ تَرْتِيلا

 

Artinya: “Dan bacalah al-Quran itu dengan tartil.” (QS. al-Muzammil: 4)

Jadi menurut Ibnu Jazari yang berdosa adalah bagi mereka yang mampu membaca secara tartil namun tidak melakukannya.

 

Bagaimana jika ia tidak bisa membaca secara tartil? Jika ia tidak bisa tartil karena memang baru belajar al-Quran, atau karena lidahnya celat, maka hukumnya tidak mengapa. Bahkan bagi orang yang merasa kesusahan membaca al-Quran, baik karena celat atau karena memang masih tahap belajar. Pahalanya digandakan. Perhatikan sabda Nabi Saw berikut:

 

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم- الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ.

 

Artinya: Aisyah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Seorang yang lancar membaca al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia dan senantiasa selalu taat kepada Allah, adapun yang membaca al-Quran dan terbata-bata di dalamnya dan sulit atasnya bacaan tersebut maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim)

Jangan bosan untuk membaca al-Quran. Banyak sekali kebaikan dan pahalanya, meski bacaan kita belum baik. Perhatikan sabda Nabi Muhammad Saw berikut:

 

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ.

 

Artinya: Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Rasulullah Saw bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari al-Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan (alif lâm mîm) satu huruf akan tetapi alif satu huruf, lâm satu huruf, dan mîm satu huruf.” (HR. Tirmidzi)

Jika kita membaca satu surat, berapa hurufkah yang kita baca? Berapa kebaikankah yang akan kita dapatkan? Sangat luar biasa. Semoga kita termasuk pecinta al-Quran, bisa membaca, memahami dan mengamalkan kandungannya. Amin.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Sumber: Fikih Praktis Anda Bertanya, Ustadz Menjawab
Bagi yang ingin memesan buku fisik, sila hubungi 0818266026.

===========================

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close