Akhlak

Cara Menasihati Orang Tua

Tanya:
Assalamualaikum wr wb. Kpada yang terhormat di mna pun saudara/i. Brada. Smoga Allah slalu membeikan ksehatan kpda kita semua aminnnn. Mmm bgini. Bagaimnakah caranya kita menegur orang tua yang kurang dalam ilmu agama. Katanya blm dapet hidayah atau blm terketuk hatinya mlakukan kewajiban. Contoh ya sperti solat lima waktu. Orang tua jarang skali melakukan solat lima waktu. Coba brikan arahan, solusi, dan pencerahannya saudara. (M. Fadli, Sumbawa)

Jawab:
Wa’alaikum salam
Mengajak kebaikan dan melarang terhadap kemungkaran adalah kewajiban bagi setiap muslim. Bahkan ciri khas umat Islam, seperti yang tertera dalam al-Quran adalah sikap amar makruf nahi munkar ini sebagaimana firman Allah berikut ini:

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. [Ali Imron :110]

Juga firman Allah berikut:

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَيُطِيعُونَ اللهَ وَرَسُولَهُ أُوْلاَئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللهُ إِنَّ اللهَ عَزِيزٌ حَكِيمُُ

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.[At-Taubah:71]

Adapun orang tua menjadi tanggung jawab kita sebagai anak untuk mengingatkan mereka. Hal ini khusus disebutkan dalam al-Quran agar kita menjaga diri kita dan keluarga kita, termasuk bagian keluarga adalah orang tua kita dari api neraka. Firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [at-Tahrîm/66:6]

Hanya tentu menasihati orang tua harus dengan lemah lembut. Jangan sampai apa yang kita sampaikan menyinggung perasaan mereka. Dengan kelembutan, mudah-mudahan hati orang tua kita tergerak untuk kemudian dapat menjalankan hukum agama.

Selain itu, bisa juga dengan mendatangkan ustadz atau orang lain untuk menasihati orang tua dengan cara yang lembut. Karena kita tidak tau, dari mana petunjuk itu akan sampai kepada orang tua kita. Bisa jadi melalui tangan kita, saudara kita atau orang lain. Semoga kita dan keluarga kita selamat dari api neraka. Amin.


Bagi yang hendak wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun yang diasuh oleh Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +20112000489

Ingin bertanya? Kirim Pertanyaan

 

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close