Akhlak

Apakah Masih Ada Penyakit ‘Ain di Masa Sekarang?

Tanya:
Ustadz mau tanya soal penyakit ain? Ada dalilnya. Tapi apa memang masih ada sampai sekarang? Syukron. (Robby Karman, Bekasi)

Jawab:
Penyakit ‘ain adalah penyakit yang ditimbulkan dari pengaruh buruk pandangan mata, yang disertai rasa takjub atau iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya. Penyakit ini ada dan masih ada hingga saat ini, meski jarang terjadi.

Hal ini berdasarkan hadis-hadis rasulullah sebagaimana berikut ini:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا

Dari Ibnu Abbas ra, Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Ain (mata jahat) itu benar-benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qodar,maka akan didahului oleh ‘ain. Apabila kamu diminta untuk mandi maka mandilah. (HR. Muslim)

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Dari Aisyah rodhiyallohu anha,Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda: Mintalah kalian perlindungan kepada Alloh dari ‘ain (mata jahat) karena sesungguhnya ‘ain itu haq (benar) (HR ibnu Majah)

Maka jika kita melihat sesuatu yang baik pada diri kita atau saudara kita, hendaklah kita memberikan doa yang baik dan memohon kepada Allah agar memberikan berkah kepadanya. Hal ini untuk melindungi orang tadi terkena penyakit ‘ain. Sebagaimana hadis berikut:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ

Rosullulloh saw bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ‘ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

Penyakit ‘ain bisa disebabkan orang takjub kepada saudaranya secara sengaja dan ia iri hati, atau tidak senang, Cara mengobatinya, seseorang yang menjadi sebab penyakit ‘ain hendaknya mandi atau berwudhu, dan airnya dibasuhkan kepada tubuh orang yang terkena. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad berikut ini:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّهُ قَالَرَأَى عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ سَهْلَ بْنَ حُنَيْفٍ يَغْتَسِلُ فَقَالَ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلَا جِلْدَ مُخْبَأَةٍ فَلُبِطَ سَهْلٌ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامِرًا فَتَغَيَّظَ عَلَيْهِ وَقَالَ عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ أَلَّا بَرَّكْتَ اغْتَسِلْ لَهُ فَغَسَلَ عَامِرٌ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمِرْفَقَيْهِ وَرُكْبَتَيْهِ وَأَطْرَافَ رِجْلَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ فِي قَدَحٍ ثُمَّ صُبَّ عَلَيْهِ فَرَاحَ مَعَ النَّاسِ

Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, dia berkata bahwa Amir bin Robi’ah melihat Sahl bin Hunaif sedang mandi, lalu berkatalah Amir : ‘Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini” Maka terpelantinglah Sahl. Kemudian Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam mendatangi Amir. Dengan marah beliau berkata :”Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (kepada yang kau lihat)? Mandilah untuknya! Maka Amir mandi dengan menggunakan suatu wadah air, dia mencuci wajahnya, dua tangan, kedua siku, kedua lutut, ujung-ujung kakinya, dan bagian dalam sarungnya. Kemudian air bekas mandinya itu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan berlalulah bersama manusia. (HR Malikdan Ibnu Majah)

Jika kita tidak tau siapa yang menjadi sebab, hendaknya ia diruqyah. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close