Fikih

Bolehkah Makmum Membaca Al-Fatihah dalam Hati?

Tanya:
Salam… 𝖠𝗉𝖺𝗄𝖺𝗁 π—π—Žπ—„π—Žπ—†π—‡π—’π–Ί π—†π–Ίπ—„π—†π—Žπ—† 𝗆𝖾𝖻𝖺𝖼𝖺 𝖺𝗅𝖿𝖺𝗍𝗂𝗁𝖺𝗁 𝖽𝗂 𝖽𝖺𝗅𝖺𝗆 𝗁𝖺𝗍𝗂, π–½π—‚π—Œπ–Ίπ–Ίπ— π—Œπ—π—ˆπ—…π–Ίπ— 𝖻𝖾𝗋𝗃𝖺𝗆𝖺𝖺𝗁 𝖽𝖺𝗇 𝖻𝖺𝖼𝖺𝖺𝗇 𝗂𝗆𝖺𝗆 𝖽𝗂𝗓𝖺𝗁𝖺𝗋𝗄𝖺𝗇 π—†π—ˆπ—π—ˆπ—‡ 𝗃𝖺𝗐𝖺𝖻𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺. (Sholeh, Cimahi)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Menurut madzhab syafi’i, makmum diam saja ketika imam membaca surat Al-Fatihah. Makmum baru membaca Al-Fatihah ketika Imam mulai membaca surat-surat dari Al-Qur’an.

Hanya saja, yang namanya membaca itu bukan dalam hati, tapi dizahirkan atau diucapkan dalam mulut, namun dengan suara yang lirih. Maka bacaan dalam shalat, harus keluar dari mulut dan minimal terdengar oleh telinga sendiri.

Dalilnya sebagai berikut:

Ω„ΩŽΩ‡ΩŽΨ§ Ω…ΩŽΨ§ ΩƒΩŽΨ³ΩŽΨ¨ΩŽΨͺΩ’ ΩˆΩŽΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡ΩŽΨ§ Ω…ΩŽΨ§ Ψ§ΩƒΩ’ΨͺَسَبَΨͺΩ’

β€œβ€¦ Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya ….” (Al-Baqarah: 286).

Sesuatu yang dalam hati, berarti belum diusahakan. Setelah keluar dari mulut, itulah yang ia usahakan. Sabda Nabi:

Ψ₯ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ΩŽ Ψͺَجَاوَزَ Ω„Ψ£ΩΩ…Ω‘ΩŽΨͺِي Ω…ΩŽΨ§ Ψ­ΩŽΨ―Ω‘ΩŽΨ«ΩŽΨͺΩ’ بِهِ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ΩΩΨ³ΩŽΩ‡ΩŽΨ§ Ω…ΩŽΨ§ Ω„ΩŽΩ…Ω’ يَΨͺΩŽΩƒΩŽΩ„Ω‘ΩŽΩ…ΩΩˆΨ§ Ψ£ΩŽΩˆΩ’ ΩŠΩŽΨΉΩ’Ω…ΩŽΩ„ΩΩˆΨ§ بِهِ

β€œAllah memaafkan umatnya dari apa yang terlintas dalam hatinya selama tidak diucapkan maupun dikerjakan.” (HR. Muslim)

Ungkapan dalam hati belum dianggap, kecuali telah diungkapkan. Jadi mulut harus bergerak terdengar suara lirih. Jika tidak bisa baca karena mulut kaku, baca semampunya saja, namun jika terpaksa bacaan tidak bisa keluar dari mulut, silahkan di baca dalam hati. Hal ini sesuai dengan firman Allah berikut ini:

Ω„Ψ§ ΩŠΩƒΩ„Ω Ψ§Ω„Ω„Ω‡ نفساً Ψ₯Ω„Ψ§ ΩˆΨ³ΨΉΩ‡Ψ§

Artinya: Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya (Al-Baqarah: 286).

Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker