Fikih

Oper Kredit Kendaraan Bermotor

Tanya:
bagaimana hukum nya kredit motor / mobil yang belum lunas karena tidak mampu membayar per bulan nya …di oper kredit kepada orang lain?

Jawab:
Wa’alaikum salam

Jual beli secara kredit dibolehkan. Adapun harga menjadi mahal, itu bukan termasuk riba karena harga kredit dianggap satu harga, bukan dua harga. Artinya pembeli memilih, jika kredit harga sekian, jika kontan harga sekian.

Dalil bahwa kredit dibolehkan adalah firman Allah berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.” (QS. Al Baqarah : 282)

Hadis rasulullah saw berikut:

اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ، وَرَهَنَهُ دِرْعَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membeli sebagian bahan makanan dari seorang yahudi dengan pembayaran dihutang dan beliau juga menggadaikan perisai kepadanya.” (HR. Bukhari:2096 dan Muslim: 1603)

Juga hadis berikut:

أن رسول الله صلى الله عليه و سلم أمره أن يجهز جيشا قال عبد الله بن عمرو وليس عندنا ظهر قال فأمره النبي صلى الله عليه و سلم أن يبتاع ظهرا إلى خروج المصدق فابتاع عبد الله بن عمرو البعير بالبعيرين وبالأبعرة إلى خروج المصدق بأمر رسول الله صلى الله عليه و سلم. رواه أحمد وأبو داود والدارقطني وحسنه الألباني

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mempersiapkan suatu pasukan, sedangkan kita tidak memiliki tunggangan, Maka Nabi memerintahkan Abdullah bin Amer bin Al ‘Ash untuk membeli tunggangan dengan pembayaran ditunda hingga datang saatnya penarikan zakat. Maka Abdullah bin Amer bin Al ‘Ashpun seperintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli setiap ekor onta dengan harga dua ekor onta yang akan dibayarkan ketika telah tiba saatnya penarikan zakat. (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ad Daraquthni).

Jika tidak bisa bayar, lalu diserahkan pada orang lain untuk melunasi, itu artinya orang lain tersebut sebagai Kafil atau penjamin dan itu boleh. Jika diserahkan sepenuhnya dengan barangnya, sama artinya anda menjual barang milik anda ke orang lain, hanya orang lain harus melunasinya. Ini juga boleh.

Semoga Allah memudahkan segala urusan kita semua. Amin.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari
Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close