Fikih

Lafal Adzan Ketika Hujan

Tanya:

Assalamu‘alaikum ustadz, lafal adzan ketika hujan yang shahih bagaimana ya? Letak pengucapannya di mana?

Jawab:

Lafalnya ada tiga macam, pilih salah satu saja, yaitu:

1. أَلاَ صَلُّوا فِى الرِّحَالِ

Artinya, “Shalatlah kalian di rumah”.

2. أَلاَ صَلُّوا فِى رِحَالِكُمْ

Artinya, “Shalatlah kalian di rumah kalian”.

3. صَلُّوا فِى بُيُوتِكُمْ

Artinya, “Shalatlah kalian di rumah kalian”.

Adapun letaknya, bisa pilih salah satu dari urutan berikut:
1. Menggantikan lafal “hayya ‘alas shalâh”. Dalilnya sebagai berikut:

إِذَا قُلْتَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَلاَ تَقُلْ حَىَّ عَلَى الصَّلاَةِ قُلْ صَلُّوا فِى بُيُوتِكُمْ قَالَ: فَكَأَنَّ النَّاسَ اسْتَنْكَرُوا ذَاكَ فَقَالَ أَتَعْجَبُونَ مِنْ ذَا قَدْ فَعَلَ ذَا مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنِّى

Artinya: “Apabila engkau selesai mengucapkan ‘asyhadu alla ilaha illallah, asyhadu anna Muhammadar Rasulullah’, maka janganlah engkau ucapkan ‘hayya ’alash shalah’. Tetapi ucapkanlah ‘shallu fi buyutikum’ (shalatlah di rumah kalian). Masyarakat pun mengingkari perkataan Ibnu Abbas tersebut. Lalu Ibnu Abbas mengatakan, “Apakah kalian merasa heran dengan hal ini, padahal hal ini telah dilakukan oleh orang yang lebih baik dariku (Rasulullah Saw).” (HR. Muslim dan Abu Daud)

2. Diucapkan langsung setelah selesai adzan. Dalilnya sebagai berkut:

أَنَّ ابْنَ عُمَرَ أَذَّنَ  أَنَّهُ نَادَى بِالصَّلاَةِ فِى لَيْلَةٍ ذَاتِ بَرْدٍ وَرِيحٍ وَمَطَرٍ فَقَالَ فِى آخِرِ نِدَائِهِ أَلاَ صَلُّوا فِى رِحَالِكُمْ أَلاَ صَلُّوا فِى الرِّحَالِ. ثُمَّ قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمكَانَ يَأْمُرُ الْمُؤَذِّنَ إِذَا كَانَتْ لَيْلَةٌ بَارِدَةٌ أَوْ ذَاتُ مَطَرٍ فِى السَّفَرِ أَنْ يَقُولَ أَلاَ صَلُّوا فِى رِحَالِكُمْ.

Ibnu Umar pernah adzan untuk shalat di malam yang dingin, anginnya kencang dan hujan, kemudian dia mengatakan di akhir adzan, “ala shallu fi rihalikum, ala shallu fir rihal” (shalatlah di rumah kalian, shalatlah di rumah kalian). Kemudian beliau mengatakan, ”Sesungguhnya Rasulullah Saw biasa menyuruh muadzin, apabila cuaca malam dingin dan hujan ketika beliau safar untuk mengucapkan, “ala shallu fi rihalikum” (shalatlah di tempat kalian masing-masing).” (HR. Muslim dan Abu Daud)

Wallahu a’lam

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Sumber: Fikih Praktis Anda Bertanya, Ustadz Menjawab
Bagi yang ingin memesan buku fisik, sila hubungi 0818266026.

===========================

Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close