Fikih

Membuat Bangunan di Atas Kuburan, Bolehkah?

Tanya:
Ustadz apa hukum nya mbangun bangunan di atas kuburan spt hal nya qubah..?๐Ÿ™

Jawab:
Terkait membangun di atas kuburan, menurut madzhab Syafi’i, jika makam tersebut di pekuburan umum, maka hukumnya haram. Hal ini karena tanah pekuburan umum milik seluruh umat Islam. Semua umat Islam punya hak yang sama untuk dikuburkan di tanah tersebut. Membangun sesuatu di atas makam dapat menghalangi yang lain untuk dikuburkan di tempat tersebut.

Jika bangunan di atas makam tersebut di tanah pribadi, hukumnya makruh. Karena tidak selayaknya membangun sesuatu di atas pekuburan. Hal ini sesuai dengan hadis nabi Muhammad Saw sebagi berikut:

ู†ูŽู‡ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‰ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฌูŽุตูŽู‘ุตูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูู‚ู’ุนูŽุฏูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูุจู’ู†ูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

โ€œRasulullah saw melarang kuburan dikapur, diduduki, dan dibangunโ€ (HR. Muslim).

Juga hadis berikut:

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู‚ูŽุฏู ุงุชูŽู‘ุฎูŽุฐูŽู†ููŠ ุฎูŽู„ููŠู’ู„ุงู‹ ูƒูŽู…ูŽุง ุงุชูŽู‘ุฎูŽุฐูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู’ู…ูŽ ุฎูŽู„ููŠู’ู„ุงู‹ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ูƒูู†ู’ุชู ู…ูุชูŽู‘ุฎูุฐู‹ุง ู…ูู†ู’ ุฃูู…ูŽู‘ุชููŠ ุฎูŽู„ููŠู’ู„ุงู‹ ู„ุงูŽุชูŽู‘ุฎูŽุฐู’ุชู ุฃูŽุจูŽุง ุจูŽูƒู’ุฑู ุฎูŽู„ููŠู„ุงู‹ุŒ ุฃูŽู„ุงูŽ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุชูŽู‘ุฎูุฐููˆู†ูŽ ู‚ูุจููˆุฑูŽ ุฃูŽู†ู’ุจููŠูŽุงุฆูู‡ูู…ู’ ูˆูŽุตูŽุงู„ูุญููŠู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽุŒ ุฃูŽู„ุงูŽ ููŽู„ุงูŽ ุชูŽุชูŽู‘ุฎูุฐููˆุง ุงู„ู’ู‚ูุจููˆุฑูŽ ู…ูŽุณูŽุงุฌูุฏูŽุŒ ููŽุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽู†ู’ู‡ูŽุงูƒูู…ู’ ุนูŽู†ู’ ุฐูŽู„ููƒูŽ

โ€œSesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai khalil (kekasih)-Nya sebagaimana Ia menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Seandainya aku menjadikan seseorang dari umatku sebagai kekasihku, maka aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasihku. Ketahuilah bahwa orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan para Nabi dan orang shalih diantara mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah, janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid (tempat ibadah), karena sungguh aku melarang kalian melakukan hal ituโ€ (HR. Muslim). Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Infak untuk pengembangan website dan aplikasi Tanya Jawab Agama: Bank BNI Syariah No. Rekening 0506685897 a.n Muhamad Muflih.

Wakaf untuk pembangunan Pesantren Almuflihun: Bank BNI No. Rekening 0425335810 a.n Yayasan Al Muflihun Temanggung.

Konfirmasi transfer +628981649868 (SMS/WA)

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close