Fikih

Perempuan Keluar Mani dan Haid, Bagaimana Niat Mandi Junubnya?

Tanya:
ustadz jika seorang wanita dalam keadaan haid dia mengeluarkan mani.trus pertanyaannya gini ustadz.kalau dia sudah bersih darah haidnya dan mandi besar apakah niatnya double?mkstnya niat mandi janabat (mani)dan niat mandi haid? (Auliya Rahmawati, Grobogan)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Jika seseorang keluar mani, wajib mandi besar. Jika ia haid dan sudah suci, ia juga wajib mandi besar. Jika ia keluar mani dan pas waktu haid, ia cukup satu kali mandi dengan niat mandi karena junub dan juga suci dari haid. Atau dengan niat dobel.

Terkait wajibnya mandi bagi yang junub dan haid disebutkan dalam dalil-dalil berikut:

Firman Allah:

وَإِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوا

‘Dan jika kamu junub maka mandilah.’ (QS. Al-Maidah: 6)

Juga dalam ayat disebutkan:

وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

‘Dan janganlah kamu mendekati mereka (wanita haid), sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci (mandi besar), maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.’ (QS.Al-Baqarah: 222).

Yang dimaksudkan “apabila mereka telah suci” adalah apabila telah mandi.

Hadis ‘Aisyah ra, Nabi saw berkata pada Fathimah binti Abi Hubaisy:

فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِى عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّى

“Apabila kamu datang haidh hendaklah kamu meninggalkan shalat. Apabila darah haidh berhenti, hendaklah kamu mandi dan mendirikan shalat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits  ‘Aisyah ra bahwasanya Ummu Habibah binti Jahsy pernah bertanya kepada Rasulullah saw mengenai darah. ‘Aisyah menyatakan bahwa ia melihat pada wadahnya yang digunakan untuk mencuci pakaian penuh dengan darah. Rasulullah saw bersabda:

امْكُثِى قَدْرَ مَا كَانَتْ تَحْبِسُكِ حَيْضَتُكِ ثُمَّ اغْتَسِلِى وَصَلِّى

“Diamlah selama masa kebiasaan haidhmu, kemudian mandi lalu shalatlah.” (HR. Muslim).

Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Infak untuk pengembangan aplikasi dan website Tanya Jawab Agama: Bank BNI Syariah No. Rekening 0506685897 a.n Muhamad Muflih.

Wakaf untuk pembangunan Pesantren Almuflihun: Bank BNI No. Rekening 0425335810 a.n Yayasan Al Muflihun Temanggung.

Konfirmasi transfer +628981649868 (SMS/WA)

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close