Fikih

Qunut Nazilah di Tengah Pandemi Corona

Tanya:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, selamat pagi Pak Ustadz/Ustadzah, akhir2 ini di tempat saya muncul sholat yang aneh semenjak Covid 19 marak. Sholat fardhu selalu ditambah doa qunut, semua sholat 5 waktu, jumat juga. Apa ini benar atau salah besar?
Mohon di jawab ya Pak Ustadz /Ustadzah..
Syukran, Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarokātuh.

Jawab:
Wa’alaikum salam

Hal demikian dinamakan qunut nazilah. Qunut nazilah dilaksanakan ketika terjadi bencana besar di kalangan umat Islam. Dalam madzhab Syafi’i, seperti yang disampaikan oleh Ibnu Hajar bahwa wabah penyakit termasuk bencana besar. Oleh karena itu, umat Islam dibolehkan untuk melaksanakan qunut nazilah.

Adapun waktunya, bisa setiap kali shalat wajib dengan mengangkat tangan di raka’at terakhir setelah ruku dan sebelum sujud. Sang imam berdoa kepada Allah agar wabah penyakit yang sedang menimpa umat Islam segera di angkat. Di antara doa yang bisa dibaca adalah sebagai berikut:

‎تَحَصَنا بِذي العِزةِ وَالجَبروْت وَاعْتَصَمْنا بِرَبّ الملَكُوت
‎وَتوَكلنا عَلىَ الحَيّ الذي
‎لَا يَمُوت ,اللهم اصْرِف عَنا هَذا الوبَاء وَقِنا شَرّ الدَاء  بِلُطفِكَ ياَلطيْفُ يَاخَبِير إنكَ عَلى كُل شَيء قدير

“Kami berlindung kepada Allah Dzat pemilik kemuliaan dan kekuasaan. Kami meminta perlindungan kepada Tuhan kerajaan langit. Kami bertawakal kepada dzat yang Maha Hidup yang tak pernah mati. Yā Allāh, Lindungilah kami dari wabah ‘penyakit ini. Dan Jagalah kami dari bahayanya penyakit.
Dan selamatkanlah kami dari segala wabah penyakit yang berbahaya (mematikan) dan segala bala’. Berkat sifat kelembutanMu, Wahai Dzat Yang Maha Memberi Khabar, Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Adapun dalilnya sebagaimana hadis dari ‘Aisyah ra, beliau menuturkan:

قدمنا المدينة وهي وبيئة، فاشتكى أبو بكر رضي الله عنه، واشتكى بلال رضي الله عنه، فلما رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم شكوى أصحابه رضي الله عنه، قال: «اللهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَمَا حَبَّبْتَ مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ، وَصَحِّحْهَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِهَا وَمُدِّهَا، وَحَوِّلْ حُمَّاهَا إِلَى الْجُحْفَةِ

“Dulu kami datang ke Madinah ketika kota ini banyak wabah penyakit. Abu Bakar dan Bilal pun jatuh sakit. Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa salam pun berdo’a tatkala melihat para sahabatnya jatuh sakit, “Ya Allah, berikanlah kecintaan kepada kami terhadap kota Madinah sebagaimana Engkau memberikan kepada kami kecintaan terhadap Makkah, atau bahkan lebih dari Makkah. Jadikanlah Madinah sebagai kota yang sehat, dan berikanlah keberkahan pada takaran sha’ dan takaran mudd kami, serta pindahkan penyakitnya ke Juhfah.” [HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kedua, hadis dari Ibnu Umar ra, beliau mendengar Rasulullah saw ketika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’, pada raka’at terakhir shalat shubuh, beliau berdoa dengan do’a berikut setelah membaca ‘sami’allahu liman hamidah’:

اللَّهُمَّ العَنْ فُلاَنًا وَفُلاَنًا وَفُلاَنًا

“Ya Allah, laknatlah fulan, fulan, dan fulan.” [HR. al-Bukhari : 4559]

Ketiga, dari Abu Hurairah ra, beliau berkata, Rasululullah saw bersabda:

عَلَى أَنْقَابِ الْمَدِينَةِ مَلَائِكَةٌ، لَا يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ، وَلَا الدَّجَّالُ

“Jalan-jalan masuk kota Madinah dijaga oleh para malaikat, sehingga kota itu tidak bisa dimasuki wabah tha’un ataupun dajjal.” [HR. al-Bukhari dan Muslim ).

Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

===

Sisihkan sebagian harta untuk membangun istana Anda di surga dengan berwakaf untuk Pondok pesantren Almuflihun  ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +20112000489 atau +628981649868 (WA)

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close