FikihAkhlak

Apakah Pekerjaan Rumah Hanya Tugas Istri?

Tanya:
Assalamualaikum ustadz mau tanya bagaimana jika suami selalu bilang pekerjaan dirumah semua tugas istri. Misal Saat saya minta tolong baju dilemari sudah saya rapihkan tapi berantakan lagi karena suami, saya minta agar kalo ngambil baju jangan berantakan tapi suami selalu bilang itu kan tugasmu tugasku cari uang. Memang kami belum dikaruniai putra/putri apa seharusnya seperti. Bagaimana saya bersikap ustadz. Walaupun hal kecilpun dia selalu bilang seperti itu. Terimakasih. (Ade Noviyanti – Purwakarta)

Jawab:
Wa’alaikum salam. Sesungguhnya dalam pekerjaan rumah tangga, antara suami istri harus saling tolong menolong. Benar bahwa kewajiban suami adalah mencari nafkah sebagaimana firman Allah berikut ini:

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari apa yang telah Allah karuniakan kepadanya. Allah tidaklah memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang telah Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan” [Ath Thalaq : 7].

Juga firman-Nya.

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik”. [Al Baqarah : 233].

Namun, seorang suami juga harus membantu isti di rumah. Rasulullah saw sendiri sering membantu isrinya di rumah sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut ini:

Sebagaimana disebutkan dalam HR Ibnu Hibban, Urwah pernah bertanya kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika ia bersamamu (di rumahmu)?”

Kemudian Aisyah menjawab, “Beliau melakukan (seperti) apa yang dilakukan oleh salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya, ia memperbaiki sandalnya, menjahit bajunya dan mengangkat air di ember.”

Jadi bagi suami, tidak boleh egois. Tetaplah bantu istri ketika di rumah. Seorang istri sudah banyak pekerjaannya. Jadi bukan kita tambah, namun kita kurangi dengan memberikan bantuan. Wallahu a’lam. (Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker