Akhlak

Bagaimana Agar Ibadah Terasa Nikmat?

Tanya:
Assalamualaikum Maaf sebelumnya ustad Saya mau nanyak ustad Bagaimana caranya agar bisa merasakan nikmatnya ibadah atau merasakan nikmatnya taat ke pada Sang Kholiq (Ahmad Fadhoil, Jember)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Sesungguhnya apa yang diberikan Allah kepada kita adalah nikmat yang sangat besar dan tidak akan pernah dapat dihitung. Satu mata saja, nikmatnya luar biasa. Jika hilang mata dari kita, maka kita baru merasakan betapa berharganya mata ini. Oleh karena itu, kita wajib bersyukur kepada Allah atas segala nikmat ini.

Jika kita merasakan banyaknya nikmat Allah yang diberikan kepada kita, niscaya ketika kita beribadah kepada Allah, kita tidak akan pernah merasa berat. Ibadah selain sebagai wujud ketaatan kita kepada Allah, namun juga sebagai rasya syukur kita kepada Allah.

Perhatikan hadis berikut:

كان رسولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ ، إذا صلَّى ، قام حتى تفطَّر رجلاه . قالت عائشةُ : يا رسولَ اللهِ ! أتصنعُ هذا ، وقد غُفِر لك ما تقدَّم من ذنبك وما تأخَّرَ ؟ فقال ” يا عائشةُ ! أفلا أكونُ عبدًا شكورًا

“Rasulullah saw biasanya jika beliau shalat, beliau berdiri sangat lama hingga kakinya mengeras kulitnya. ‘Aisyah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, mengapa engkau sampai demikian? Bukankan dosa-dosamu telah diampuni, baik yang telah lalu maupun yang akan datang? Rasulullah besabda: ‘Wahai Aisyah, bukankah semestinya aku menjadi hamba yang bersyukur?’” (HR. Bukhari no. dan Muslim).

Selain itu, juga dengan rasa cinta kita kepada Rasulullah saw. Karena beliau yang menunjukkan kita ke jalan iman sehingga kita menjadi muslim. Kita takut jika tidak taat, maka kita dapat terlempar ke dalam api neraka. Kita hayati baik-baik kecintaan kita ini, niscaya ibadah yang kita lakukan akan sangat nikmat. Perhatikan hadis berikut:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Dari Anas bin Malik dari Nabi SAW, baginda bersabda: “Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka”(HR Bukhari)

Semoga kita menjadi hamba yang bersyukur dan selalu mencintai rasul jungjungan kita. Semoga kita menjadi hamba yang diberi kenikmatan dalam beribadah kepada-Nya. Amin. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyud Abdurrahim, Lc., M.M)

===

Sisihkan sebagian harta untuk membangun istana Anda di surga dengan berwakaf untuk Pondok pesantren Almuflihun  ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +20112000489 atau +628981649868 (WA)

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close