Fikih

Kenapa Masalah Tidak Selesai Walaupun Sering Istigfar?

Tanya:
Assalamualaikum. Bagaimana agar masalah apapun dapat terselesaikan dengan istighfar?
Mengapa sudah istighfar tetapi masalah belum teratasi hingga putus asa dan seperti orang (maaf) terganggu jiwanya? (Hamba Allah – Blitar)

Jawab:
Wa’alaikum salam. Sesungguhnya setiap manusia mempunyai masalahnya masing masing. Manusia hidup penuh dengan ujian dan cobaan. Ujian tadi untuk mengetahui sejauh mana kita dapat bersyukur atas karunia allah. Ujian itu juga sebagai sarana untuk mengetahui amal perbuatan kita. Allah berfirman:

تُرْجَعُونَ وَإِلَيْنَا فِتْنَةً وَالْخَيْرِ بِالشَّرِّ وَنَبْلُوكُمْ الْمَوْتِ ذَائِقَةُ نَفْسٍ كُلُّ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya: 35)

Dunia ini adalah medan perjuangan seorang mukmin untuk menjadi sebaik-baik hamba. Allah Ta’ala berfirman :

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Maha Suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk: 1-2)

Seorang mukmin ketika diuji kenikmatan, ia bersyukur. Ketika dapat musibah, ia bersabar dan keduanya adalah pahala besar.. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ عجب. مَا يَقْضِي اللهُ لَهُ مِنْ قَضَاءٍ إِلاَ كَانَ خَيْرًا لَهُ, إِِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Segala keadaan yang dialaminya sangat menakjubkan. Setiap takdir yang ditetapkan Allah bagi dirinya merupakan kebaikan. Apabila dia mengalami kebaikan, dia bersyukur, dan hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila dia tertimpa keburukan, maka dia bersabar dan hal itu merupakan kebaikan baginya.” (HR. Muslim no.2999, dari sahabat Shuhaib)

Bagaimana menghadapi cobaan hidup? Hadapi dengan penuh kesabaran dan tawakal. Percayalah bahwa Allah memberikan yang terbaik untuk kita.

Sering-seringlah melakukan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an dan berzikir. Semakin kita dekat dengan Allah, semakin tenang hati kita. Insya Allah dengan tawakal penuh dan menyerahkan segala urusan kepada Allah, maka Allah akan berikan jalan keluar dari cara yang tidak kita sangka. Wallahu a’lam bishawab. (Ustadz Wahyudi Sarju Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker