Fikih

Bagaimana Jika Ibadah Hanya Ingin Mendapat yang Dijanjikan Allah?

Tanya:
Assalamualaikum saya ingin bertanya disini, Bagaimana Hukum seseorang Yang Menjalani Ibadah Karna Ingin Mendapatkan Apa Yang Allah janjikan
Mis: Keutamaan Puasa di hari pertama bulan Dzulhijjah itu akan di ampuni segala dosa
Terus saya Menjalani puasa itu karna ingin mendapatkan keutamaan itu. Bagaimana Hukum nya?
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh. (Imas – Garut)

Jawab:
Wa’alaikum salam. Dalam al-Quran atau hadis Nabi, banyak diceritakan tentang pahala bagi orang yang beramal shalih. Sebaliknya juga diceritakan tentang azab dan siksa bagi mereka yang melakukan perbuatan dosa. Apa yang diceritakan Allah dalam kitab suci dan sunnah Nabi adalah sesuatu yang benar adanya.

Jika kita beribadah karena untuk mencari pahala tadi, tidak ada masalah. Karena itu sesuai dengan janji Allah. misal terkait dengan puasa arafah seperti dalam hadis berikut:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

Atau hadis berikut:

مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّام. يَعْنِي أَيَّامُ الْعُشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيءٍ. (رواه البخاري)

Artinya, “Tidak ada hari di mana amal kebaikan saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini. Rasulullah menghendaki 10 hari (awal Dzulhijjah). Lantas para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?’ Rasulullah shallalâhu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)’.” (HR. Al-Bukhari). (An-Nawawi, Riyâdhus Shâlihîn, juz II, halaman 77-78).

sebagaimana tidak ada masalah, kita menjauhkan diri dari perbuatan dosa, karena kita tidak mau masuk neraka. karena di dunia, adalah ladang amal sementara di akhirat, akan mendapatkan balasan atas apa yang kita kerjakan.

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا ، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِى فِى امْرَأَتِكَ

Sesungguhnya tidaklah engkau membelanjakan suatu harta demi mendapatkan keridhaan Allâh, melainkan engkau mendapat pahala darinya. Sampai pun sesuap makanan yang engkau berikan kepada istrimu. [Muttafaqun ‘alaih]

hanya anda harus tetap meniatkan ikhlas karena allah saja. Semoga dengan ini, ibadah kita diterima. Amin. (Ustadz Wahyudi Sarju Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker