Fikih

Bagaimana Shalat yang Khusyu?

Ustadz gimana yaa agar sholat kita khusyu?

Jawab:
Khusyu berarti merendahkan hati di hadapan kuasa Allah swt. Ia merasa bahwa segalanya datang dari Allah dan hanya akan kembali kepada Allah. Manusia sama sekali tidak ada artinya dihadapan kuasa Allah. Ia akan selalu tunduk atas segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Bagaimana khusyu dalam shalat? Nabiyullah sendiri pernah salat sambil menggendong cucunya, atau Nabi juga pernah memindahkan sahabat yang dari sisi kiri beliau ke sisi kanan saat salat jamaah.

Tentang khusyu shalat, terdapat banyak perbedaan di kalangan para ulama

1. Memahami dan menghayati makna bacaan shalat, dengan jiwa tunduk kepada Allah.

2. Khusyuk shalat: mata memandang tempat sujud

  – قول أبي هريرة كان أصحاب رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يرفعون أبصارهم إلى السماء في الصلاة، فلما نزل:  الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ  رموا بأبصارهم إلى مواضع السجود

“Abu hurairah berkata, dulu sahabat nabi Muhammad saw ketika shalat melihat matanya ke atas langit. Kemudian setelah turun firman Allah:  الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ  mereka menatap mata mereka ke tempat sujud.”

3. Tidak monoleh-noleh  dan jelalatan.

أن النبي -صلى الله عليه وسلم- أبصر رجلًا يعبث بلحيته في الصلاة، فقال: لو خشع قلب هذا لخشعت جوارحه 

“Bahwa nabi Muhammad saw melihat seseorang ketika shalat memainkan jenggotnya. Rasul bersabda, jika saja hatinya khusyu tentu badannya juga akan khusyu.”

4. Dengan suara lembut. Ini seperti kata khushu dalam firman Allah:

وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ  .

” Dan suara-suara (pada hari itu) tunduk (hening) di hadapan Ar-Rahman”

5. Dengan jiwa yang tenang

6.Shalat dengan jiwa yang takut kepada Allah dan shalat deng tenang .

7. Shalat dengan perasaan tawadhu’

8. Tidak banyak bergerak ketika shalat.

9. Khusyu dibagi dua, yaitu khusyu hati dengan jiwa tunduk kepada Allah dan shalat dengan penuh penghayatan. Kedua khusyu badan, dengan tidak banyak melakukan gerakan yang dapat merusak penghayatan shalat, seperti mata jelalatan, sering garu’garuk.

Jika melihat kepada beberapa pendapat ulama tadi, shalat dengan menggendong anak, asalkan shalat masih dengan penuh penghayatan, maka ia tetap dapat melakukannya dengan khusyu’. Wallahu a’lam.

===================
Bagi yang hendak wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun yang diasuh oleh Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +20112000489

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close