Akhlak

Bersikap Baik pada Orang yang Bersikap Buruk

Tanya:
Bagaimana sikap kita terhadap saudara muslim. / Kerabat. Yang selalu baik didepan orang lain. Buruk terhadap saudara kandung / anak nya sendiri. .. saya punya kakak kandung , saya benci dia karena dia tak pernah sholat walau sudah di nasehatin oleh ortu. Dia juga pernah menghina saya kalo sholat baca Qur’an dsb percuma.. di kamar dia saya menemukan buku Injil. Saya bilang ke ortu dan kakak saya yang lain untuk syahadat ulang. Karena saya pikir dia bkn Islam lagi. Ada lagi Kakak saya yang lain dia pelit. Tapi ngomong bahwa dia kerja untuk menafkahi adek” dan ortunya ke orang lain. Padahal sekalipun dia tak pernah ngasih uang ke adek”nya itupun hanya 1 tahun sekali. Dan itu hanya puluhan ribu aj. Sdngkn ortu hanya ratusan ribu. Itupun masih perhitungan. Dan menjadikan ortu /adek”nya pembantu. Menjaga anaknya. (Ramdani Akbar, Bogor)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Kepada sesama muslim, apalagi saudara sendiri seperti kakak anda, hendaklah kedepankan sikap husnudzan dan berbaik sangka. Hal ini sesuai dengan firman Allah berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.  (Q.S. Al Hujurat ayat 12)

Juga hadis Nabi berikut:

لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

Artinya : “Janganlah salah satu diantara kalian mati, kecuali berprasangka baik terhadap Allah.” ( HR : Muslim )

Dan hadis berikut:

عَنْ أَبِى سُفْيَانَ عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَبْلَ وَفَاتِهِ بِثَلاَثٍ يَقُولُ « لاَ يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلاَّ وَهُوَ يُحْسِنُ بِاللَّهِ الظَّنَّ ».

Artinya : “ Janganlah seorang diantara kalian meninggal kecuali dia telah berbaik sangka kepada Allah “ ( H.R. Muslim )

Jika saudara anda berbuat salah, atau telah melanggar perintah agama, maka nasihatilah dengan cara yang paling baik, dengan dialog dan kasih sayang. Jangan sekali-kali berbicara kasar, meski ia berbuat kasar kepada kita. Terkait nasihat ini, sesuai dengan firman Allah berikut:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imron: 110)

Terkait larangan saling membenci ini terdapat dalam hadis berikut:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ  قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  : لاَ تَحَاسَدُوْا ، وَلاَ تَنَاجَشُوْا ، وَلاَ تَبَاغَضُوْا ، وَلاَ تَدَابَرُوْا ، وَلاَ يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ ، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا ، اَلْـمُسْلِمُ أَخُوْ الْـمُسْلِمِ ، لاَ يَظْلِمُهُ ، وَلاَ يَخْذُلُهُ ، وَلاَ يَحْقِرُهُ ، اَلتَّقْوَى هٰهُنَا ، وَيُشِيْرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ، بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْـمُسْلِمَ ، كُلُّ الْـمُسْلِمِ عَلَى الْـمُسْلِمِ حَرَامٌ ، دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ.

Dari Abu Hurairah Radhyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian jangan saling mendengki, jangan saling najasy, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi ! Janganlah sebagian kalian membeli barang yang sedang ditawar orang lain, dan hendaklah kalian menjadi hamba-hamba Allâh yang bersaudara. Seorang muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, maka ia tidak boleh menzhaliminya, menelantarkannya, dan menghinakannya. Takwa itu disini –beliau memberi isyarat ke dadanya tiga kali-. Cukuplah keburukan bagi seseorang jika ia menghina saudaranya yang Muslim. Setiap orang Muslim, haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya atas muslim lainnya.” (HR. Muslim)

Intinya, berbuat baiklah. Jia saudara anda berbuat yang tidak mengenakkan, balaslah dengan kebaikan karena dengan ini, bisa jadi akan membukakan pintu hidayah kepadanya. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyud Abdurrahim, Lc., M.M)

===

Sisihkan sebagian harta untuk membangun istana Anda di surga dengan berwakaf untuk Pondok pesantren Almuflihun  ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +20112000489 atau +628981649868 (WA)

 

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close