Fikih

Bolehkah Bayar Utang Menggunakan Uang Orang Tua?

Tanya:
Assalamualaikum wr.wb. mau tanya ustad, saya kan punya hutang ke teman dan nominalnya lumayan. Apakah saya bisa membayar hutang tersebut dengan harta orangtua/ saya minta uang ke orangtua untuk membayar hutang tersebut?
Mohon penjelasannya ustad, karna pikiran saya berkecamuk tentang hal ini.!!.

Semoga ustad selalu diberi kesehatan selalu. Aamiin. (Yosi Prasetyo – Blitar)

Jawab:
Wa’alaikum salam. Membayar utang adalah sebuah kewajiban sebagaimana sabda Rasulullah Saw berikut ini:

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ مَرَّتَيْنِ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

Artinya: “Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi. (HR. Ahmad)

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُصَلِّي عَلَى رَجُلٍ مَاتَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ فَأُتِيَ بِمَيِّتٍ فَقَالَ أَعَلَيْهِ دَيْنٌ قَالُوا نَعَمْ دِينَارَانِ قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ

Artinya: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak menshalatkan laki-laki yang memiliki hutang. Lalu didatangkan mayit ke hadapannya. Beliau bersabda: “Apakah dia punya hutang?” Mereka menjawab: “Ya, dua dinar. Beliau bersabda,“Shalatlah untuk sahabat kalian.” (HR. Abu Daud)

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

Artinya: “Jiwa seorang mukmin tergantung karena hutangnya, sampai hutang itu dilunaskannya.” (HR. Ibnu Majah)

Adapun membayar utang dengan meminta uang dari orang tua, sebenarnya boleh saja tapi tidak etis. Mestinya kita yang membantu orang tua kita, karena mereka yang telah membesarkan dan mendidik kita. Janganlah masa tua mereka, masih kita repotkan dengan utang-utang kita. Kasihan mereka.

Selama kita punya kemauan dan usaha serta selalu berdoa, insya Allah, Allah akan memberikan jalan keluar. Usahakan secara maksimal dan selalu berbaik sangka dengan Allah. Jangan tinggalkan ibadah wajib. Banyak baca istigfar. Semoga dengan ini, Allah mudahkan jalan Anda untuk membayar utang. Wallahu a’lam. (Ustadz Wahyudi Sarju Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker