FikihAkhlak

Bolehkah Melihat Inbox Media Sosial Calon Suami Atau Istri?

Tanya:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh. Saya ingin bertanya mengenai Ta’aruf. Bolehkah calon pria atau calon wanita melihat isi chat sosial media (messenger fb, dm twitter, inbox instagram, dll) si calon pasangan? Tentu melihatnya bersama-sama (tidak hanya berdua dan tidak juga sendirian) Mengingat calon pria hanya boleh melihat calon wanita sebatas wajah dan telapak tangan saja. Terimakasih. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh (Reza DJPB, Kab. Bekasi)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Berduaan dengan perempuan bukan mahram tanpa ada rekan dari saudara mahram, tidak diperkenankan meski tujuannya untuk saling kenal menuju pernikahan sebagaimana sabnda nabi Muhammad saw berikut:

أَلاَ لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ باِمْرَأَةٍ إِلاَّكاَنَ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ

“Ingatlah, bahwa tidaklah seorang laki-laki itu berkhalwat dengan seorang wanita kecuali yang ketiganya adalah setan.” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim).

Jika anda hendak ta’aruf di rumah perempuan dan ada saudara yang menemani, guna melihat inbox dibolehkan. Hanya sesungguhnya, ta’aruf tidak harus dengan cara seperti ini. Untuk mengetahui sifat seseorang, anda bisa mengetahui dengan menanyakan sifat perempuan tersebut dari keluarga mereka atau saudaranya.

Anda bisa tahu juga dari sahabat dan rekan-rekannya. Ini justru lebih objektif. Tentu ketika bertanya, jika ia perempuan dan bukan mahram, anda tidak sendiri. Menanyakan sifat seseorang terkait agama dan akhlaknya, dibolehkan. Terkait agama ini, Raslullah saw bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung. (HR. Bukhari)

Yang harus disadari adalah bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Kita akan selalu menemukan kelemahan dan kekurangan. Tidak ada pasangan yang 100% sesuai dengan keinginan dan kehendak kita. Maka jika ia sudah shalih, meski ada sedikit kekurangan, maka nikahilah dan terimalah kekurangan yang lainnya itu. Wallahu alam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker