Akhlak

Dituduh Mengguna-guna Suami Sendiri

Tanya:
Assalamu’alaikum pak ustadz,, saya mau tanya gimana sikap saya yg di tuduh adik ipar perempuan,, bahwa saya mengguna-guna abang nya (suami saya pak ustadz)..
Padahal demi Allah saya tidak pernah melakukan hal yg sekeji itu…
Sedih saya pak ustadz..
Terimakasih pak ustadz 🙏🙏 (Neni – Pekanbaru)

 

Jawab:
Wa’alaikum salam

Jika ada yang berprasangka kurang baik kepada kita, sebaiknya kita tetap berbuat baik dan selalu berprasangka baik kepadanya. Jangan kemudian kita berprasangka buruk kepadanya. Karena Allah melarang kita untuk berprasangka buruk.

Firman Allah SWT,:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Wahai orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat : 12)

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا

“Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”. (HR. Bukhari).

Balaslah Keburukan dengan Kebaikan

Adapun jika benar dia berbuat tidak baik, seperti menuduh anda mengguna-guna abangnya atau lainnya, biar itu menjadi dosanya. Kita tidak boleh membalas keburukan dengan keburukan. Balaslah keburukan dengan kebaikan. Firman Allah:

ٱدْفَعْ بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ فَإِذَا ٱلَّذِى بَيْنَكَ وَبَيْنَهُۥ عَدَٰوَةٌ كَأَنَّهُۥ وَلِىٌّ حَمِيمٌ

“Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (QS. Fushilat : 34).

Dengan kebaikan kita kepadanya, semoga menjadi jalan terbaik buat dirinya untuk bertaubat.

Adapun persoalan Anda, berdialoglah yang baik dengannya, bahwa anda tidak pernah berbuat buruk kepada siapapun. Jika ia percaya, alhamdulillah. Jika tidak, biar itu menjadi urusan dia dengan Allah. Kita tidak usah terlalu pusing dengan tuduhan atau sikap orang kepada kita.

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ

Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A’raf: 199).

Semoga kita semua selalu berada dijalan Allah dan terhindar dari adu domba setan. Wallahu A’lam Bishawab.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Infak untuk pengembangan website dan aplikasi Tanya Jawab Agama: Bank BNI Syariah No. Rekening 0506685897 a.n Muhamad Muflih.

Wakaf untuk pembangunan Pesantren Almuflihun: Bank BNI No. Rekening 0425335810 a.n Yayasan Al Muflihun Temanggung.

Konfirmasi transfer +628981649868 (SMS/WA) atau ke +201000304569 (WA)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker