Fikih

Doa Penutup Setelah Membaca Al-Qur’an

Tanya:
Assalaamu’alaikum.Mohon penjelasannya penutup Setelah membaca Alqur’an.apakah Shodaqallah apa subhanakallahuma wabihamdika laa Ilahaa Illa anta astagfiruka wa atubu ilaihi.Mohon penjelasan Tarjihnya. Terimakasih. (Fadliyanto, Jember)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Sesungguhnya ucapan shadaqalahul adzim setelah membaca al-Quran merupakan ijtihad ulama dari nas berikut:

قُلْ صَدَقَ اللَّهُ فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Katakanlah: ’Benarlah (apa yang difirmankan) Allah.’ Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang musyrik.” (Qs Ali Imran:95)

Hanya tidak ada riwayat yang memerintahkan kita untuk membaca sesuatu usai membaca al-Quran. Lantas apakah membaca shadaqallahul adzim boleh? Tentu saja boleh. Anda tidak ada masalah untuk membaca shadaqallahul adzim atau doa lainnya. Ia adalah penguatan bahwa apa yang kita baca dari kitab suci al-Quran adalah sungguh firman Allah yang benar.

Adapun bacaan berikut:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ، فَقَالَهَا فِي مَجْلِسِ ذِكْرٍ كَانَ كالطَّابَعِ يُطْبَعُ عَلَيْهِ ، وَمَنْ قَالَهَا فِي مَجْلِسِ لَغْوٍ ، كَانَتْ كَفَّارَةً لَهُ

Sesungguhnya adalah doa ketika kita usai dari majelis. Hal ini sebagaimana sabda nabi Muhammad saw berikut ini:

كان رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم يقول بأخرة إذا أراد أن يقوم من المجلس “سبحانك اللهم وبحمدك، أشهد أن لا إله إلا أنت، أستغفرك وأتوب إليك” فقال رجل: يارسول اللّه إنك لتقول قولاً ما كنت تقوله فيما مضى فقال: “كفارةٌ لما يكون في المجلس”.

Adalah Rasulullah saw mengucapkan pada akhir jika dia hendak bangun dari majelis: “Maha Suci Engkau, Ya Allah dengan memujiMu, Aku bersaksi Tiada Ilah Kecuali Engkau, aku memohon ampunanMu, dan aku bertobat kepadaMu.” Ada seseorang yang bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhna engkau mengatakan perkataan yang tidak engkau katakan pada waktu yang lalu.” Beliau menjawab: “Itu sebagai kaffaarah (penebus kesalahan) terhadap apa yang terjadi di majelis.” (HR. Abu Daud No. 4859, Syaikh Al Albani mengatakan hasan shahih. Ibnu Abi Syaibah, Al Mushannaf, 7/49 ). Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc. M.M)

Komentari
Tag

Materi terkait

Back to top button