Istri Tidak Terima saat Dinasehati Suami

Tanya: Assalamualaikum Tuan Guru. Izin bertanya, bagaimana hukumnya istri yg di nasehati suami namun istri tersebut tidak menerimanya. Jadi begini tuan guru saya menasehati istri

Admin

Tanya:
Assalamualaikum Tuan Guru. Izin bertanya, bagaimana hukumnya istri yg di nasehati suami namun istri tersebut tidak menerimanya. Jadi begini tuan guru saya menasehati istri prihal agama, terus istri saya bilang gini ” aku sudah tau bang jangan terlalu meremehkan, aku ga bodoh2 amat”.
Terimakasih tuan guru mohon jawabannya. (Ahmad Zaenudin – Bandung)

Jawab:
Waalaikum salam. Nasihat menasihati merupakan ciri orang muslim. Allah berfirman:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

”Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman” (QS. Adz-Dzariyaat [51]: 55).

Juga firman allah berikut ini

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)

”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih, saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya tetap di atas kesabaran” (QS. Al-’Ashr [103]: 1-3).

اُدۡعُ اِلٰى سَبِيۡلِ رَبِّكَ بِالۡحِكۡمَةِ وَالۡمَوۡعِظَةِ الۡحَسَنَةِ‌ وَجَادِلۡهُمۡ بِالَّتِىۡ هِىَ اَحۡسَنُ‌ؕ اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعۡلَمُ بِمَنۡ ضَلَّ عَنۡ سَبِيۡلِهٖ‌ وَهُوَ اَعۡلَمُ بِالۡمُهۡتَدِيۡنَ‏

Artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”

Jadi sebenarnya, ketika kita dinasihati maka kita harus berterimakasih. Pun demikian, jika ada saudara atau sesama muslim tidak sesuai dengan ajaran Islam, baiknya juga kita nasihati. Apalagi itu adalah istri kita sendiri, maka kewajiban seorang suami adalah memberikan nasihat bagi istrinya.
Firman Allah:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS At-taḥrim [66]:6).

Jika pasangan anda tidak menerima nasihat anda, hendaklah anda tetap bersabar. Tetaplah beri nasihat karena itu kewajiban bagi Anda. Gunakan bahasa yang lembut dan tidak terlalu menggurui. Semoga dengan ini ia dapat menerima nasihat anda. Semoga anda berserta keluarga anda menjadi keluarga sakinah, bahagia dunia akhirat. Amin. Wallahu a’lam. (Ustadz Wahyudi Sarju Abdurrahim, Lc., M.M.)

Related Post