Fikih

Kesalahan dalam Proses Khitan

Tanya:
Saya mau tanya Saya seorang pelajar dan saya di sunat 2x karena sunat yg pertama gagal (ujung kulit menutup kembali). Pertanyaan saya apkh kegagalan sunat saya yg pertama itu dari Allah yang membuat dokter tersebut berbuat kesalahan, Atau itu kesalahan murni dari dokter yg menyunat saya? Mohon dijawab secepatnya karena saya tengah ragu2. (Ade Purwadi, Kab. Tanjung Jabung Timur)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Khitan merupakan sunnah nabi Ibrahim yang juga menjadi syariat nabi Muhammad saw. Hal ini sesuai dengan sabda nabi Muhammad saw berikut:

اخْتَتَنَ إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلَام وَهُوَ ابْنُ ثَمَانِينَ سَنَةً بِالْقَدُومِ

Ibrahim as telah berkhitan dengan qadum (nama sebuah alat pemotong) sedangkan beliau berumur 80 tahun (HR. Bukhari Muslim)

Sering terjadi kasus seseorang khitan dan jahitan tidak kuat sehingga kulup kembali seperti semula. Jika ini yang terjadi maka yang bersangkutan harus disunat ulang agar lebih sempurna. Ini merupakan murni kesalahan dokter yang seringkali terjadi, walaupun pada hakikatnya semua yang terjadi di dunia ini tentu atas izin Allah. Insya Allah tidak ada masalah. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker