Fikih

Kotoran Cicak Tidak Najis

Tanya:
Assalamu’alaikum ustadz
Maaf saya hendak bertanya,ketika dilantai ada najis (kotoran cicak) saya membersihkannya dengan mengepelnya dengan sabun,lalu beberapa waktu kemudian saya membaca artikel soal jenis-jenis air yang dapat menyucikan,dan untuk syarat air yang suci menyucikan ialah air yg tidak tercampur apapun dan tidak memiliki warna,bau,dan rasa. Nah,saat saya mengepel itu saya menggunakan air yg saya campur cairan pel, itu hukumnya bagaimana ya tadz? Apakah najis tercecer kemana-mana? Saya takut ibadah-ibadah saya sia-sia.
Sebelumnya, Jazakallahu khairan katsiraan๐Ÿ™ (Adi Prabowo, Karanganyar)

Jawab:
Wa’alaikumsalam
Menurut sebagian ulama termasuk madzhab syafi’i bahwa serangga yang darahnya tidak mengalir, dianggap tidak najis. Ibnu Qudahah mengatakan sebagai berikut:

ุงู„ู†ู‘ูŽูˆู’ุนู ุงู„ุซู‘ูŽุงู†ููŠุŒ ู…ูŽุง ู„ูŽุง ู†ูŽูู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ุณูŽุงุฆูู„ูŽุฉูŒุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ุทูŽุงู‡ูุฑูŒ ุจูุฌูŽู…ููŠุนู ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุงุฆูู‡ู ูˆูŽููŽุถูŽู„ูŽุงุชูู‡ู

โ€œjenis yang kedua: hewan yang tidak memiliki nafs (baca: darah) yang mengalir, ia suci semua bagian tubuhnya dan semua yang keluar darinyaโ€

Imam Nawawi -ulama Mazhab Syafii- dalam bukunya al-Majmuโ€™ย  mengatakan:

ูˆุฃู…ุง ุงู„ูˆุฒุบ ูู‚ุทุน ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ ุจุฃู†ู‡ ู„ุง ู†ูุณ ู„ู‡ ุณุงุฆู„ุฉ

โ€œUntuk cicak, mayoritas ulama menegaskan, dia termasuk binatang yang tidak memiliki darah yang mengalir.โ€ (al-Majmuโ€™, 1:129)

Imam ibnu qudamah juga mengatakan sebagai berikut:

ู…ูŽุง ู„ูŽุง ู†ูŽูู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ุณูŽุงุฆูู„ูŽุฉูŒ ุŒ ููŽู‡ููˆูŽ ุทูŽุงู‡ูุฑูŒ ุจูุฌูŽู…ููŠุนู ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุงุฆูู‡ู ูˆูŽููŽุถูŽู„ูŽุงุชูู‡ู

โ€œBinatang yang tidak memiliki darah mengalirย  semua bagian tubuhnya dan yang keluar dari tubuhnya (kotorannya) adalah suci.โ€ (al-Mughni, 3:252).

Imam An Nawawi, ulama Madzhab Syafiโ€™i, dalam kitab majmu syarah muhadzab mengatakan sebagai berikut:

ูˆูŽุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุงู„ู’ูˆูŽุฒูŽุบู ููŽู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุงู„ู’ุฌูู…ู’ู‡ููˆุฑู ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ู†ูŽูู’ุณูŽ ู„ูŽู‡ู ุณูŽุงุฆูู„ูŽุฉูŒ: ู…ูู…ู‘ูŽู†ู’ ุตูŽุฑู‘ูŽุญูŽ ุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุฎู ุฃูŽุจููˆ ุญูŽุงู…ูุฏู ูููŠ ุชูŽุนู’ู„ููŠู‚ูู‡ู ูˆุงู„ุจู†ุฏู†ูŠุฌูŠ ูˆุงู„ู‚ุงุถู‰ ุญูุณูŽูŠู’ู†ูŒ ูˆูŽุตูŽุงุญูุจู ุงู„ุดู‘ูŽุงู…ูู„ู ูˆูŽุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ ูˆูŽู†ูŽู‚ูŽู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงูˆูŽุฑู’ุฏููŠู‘ู ูููŠู‡ู ูˆูŽุฌู’ู‡ูŽูŠู’ู†ู ูƒูŽุงู„ู’ุญูŽูŠู‘ูŽุฉู ูˆูŽู‚ูŽุทูŽุนูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุฎู ู†ูŽุตู’ุฑูŒ ุงู„ู’ู…ูŽู‚ู’ุฏูุณููŠู‘ู ุจูุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ู†ูŽูู’ุณู‹ุง ุณูŽุงุฆูู„ูŽุฉู‹

โ€œAdapun cicak, maka para jumhur ulama (Syafiโ€™iyyah) berpendapat bahwa ia termasuk hewan yang tidak mengalir darahnya. Diantara yang menegaskan hal tersebut adalah Syaikh Abu Hamid dalam Taโ€™liq-nya, Al Bandaniji, Al Qadhi Husain, penulis kitab Asy Syamil, dan selain mereka. Dan dinukil dari Al Mawardi bahwasanya dalam hal ini ada dua pendapat, sebagaimana ular. Dan Syaikh Nashr Al Maqdisi menguatkan bahwa cicak itu memiliki darah yang mengalirโ€

Jadi kotoran cicak dianggap suci dan tidak najis. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Infak untuk pengembangan website dan aplikasi Tanya Jawab Agama: Bank BNI Syariah No. Rekening 0506685897 a.n Muhamad Muflih.

Wakaf untuk pembangunan Pesantren Almuflihun: Bank BNI No. Rekening 0425335810 a.n Yayasan Al Muflihun Temanggung.

Konfirmasi transfer +628981649868 (SMS/WA)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker