Fikih

Liburan di Waktu Natal atau Tahun Baru, Bolehkah?

Tanya:
Apa boleh liburan keluarga 4 hari sebelum tahun baru/2 hari sesudah natal? (Mulyadi, Bengkayang)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Melakukan perjalanan wisata dibolehkan dengan dalil berikut:

قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ

Artinya :

Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; Karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. Ali Imran: 137 ).

Adapun waktunya, kapan saja dan tidak ada larangan, baik pas awal tahun Masehi, sebelum atau sesudah awal tahun Masehi. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker