Fikih

Malas Ibadah, Apa Harus Diruqyah?

Tanya:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ustadz/ustadzah… afwan saya nanya. Bagaimana cara mengobati jiwa seseorang yang sangat malas untuk beribadah kepada Allah seperti sholat 5 waktu mengaji dan apakah itu ada hubungannya dengan gangguan jin atau syaiton. Apakah hal tersebut bisa disembuhkan dengan cara meruqiyah? (Cindy Permata, Rokan Hilir)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Kewajiban manusia adalah beribadah kepada Allah. Kewajiban ini harus disadari dengan sepenuh hati dan bahwa meninggalkan kewajiban agama adalah sebuah dosa. Kita menyadari bahwa Allah selalu mengawasi kita kapanpun dan dimanapun.

Kesadaran penuh inilah yang akan memberikan semangat kita untuk beribadah. Hal ini sesuai dengan firman allah berikut:

أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْلَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَغِنَّهُ يَرَاكَ

“Hendaknya kamu beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihatNya. Jika kamu tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihatmu” (HR. Muslim)

Juga hadis qudsi berikut ini:

إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ! تَفَرَّغْ لِعِبَادَتِيْ، أَمْلأْ صَدْ رَكَ غِنًى، وَأَسُدَّ فَقْرَكَ، وَإِنْ لاَ تَفْعَلْ مَلأْتُ يَدَكَ شُغْلاً، وَلَمْ أَسُدَّ فَقْرَكْ

“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!, beribadahlah sepenuhnya kepadaKu, niscaya Aku penuhi (hatimu yang ada) di dalam dada dengan kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. Jika tidak kalian lakukan niscaya Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu (kepada manusia)”. (HR. Tirmidzi)

Adapun ruqyah, dalam kondisi seperti ini tidak diperlukan. Kesadaran penuh anda dan sikap muraqabah (merasa diawasi Allah) adalah faktor terpenting dan dominan yang akan memberikan semangat pada diri Anda untuk beribadah. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close