Fikih

Mandi Wajib Cukup Diawali dengan Membaca Basmalah

Tanya:
Assalamu’alaikum… Maaf saya mau tanya saya kalo setelah haid tidak suka mandi wajib karena tidak tahu bacaan nya dan sekarang saya suka melaksanakan shalat apakah shalat saya sah? (Seli Seliana – Sukabumi)

Jawab:
Wa’alaikum salam. Jika anda haid dan sudah suci maka anda harus mandi dulu. Ini namanya mandi wajib yang harus dilakukan.

Dalil mandi wajib di antaranya firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian melakukan salat di masjid dalam keadaan mabuk, sebelum kalian sadar dan mengerti apa yang kalian ucapkan. Jangan pula kalian memasuki masjid dalam keadaan junub, kecuali bila sekadar melintas tanpa maksud berdiam di dalamnya, sampai kalian mandi” (QS an-Nisaa: 4)

Juga firman Allah:

وَيَسْئَلُوْنَكَ عَنِ الْمَحِيْضِ ۗ قُلْ هُوَ اَذًىۙ فَاعْتَزِلُوا النِّسَاۤءَ فِى الْمَحِيْضِۙ وَلَا تَقْرَبُوْهُنَّ حَتّٰى يَطْهُرْنَ ۚ فَاِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوْهُنَّ مِنْ حَيْثُ اَمَرَكُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Artinya: Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:”Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (QS. Al Baqarah: 222)

Rasulullah saw bersabda:

لاَ تُقْبَلُ صَلاَةُ مَنْ أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Artinya: “Tidak akan diterima shalat orang yang hadats sampai ia wudhu.” (HR: Bukhari dari Abu Hurairah)

Jika anda tidak mandi wajib maka shalat anda tidak sah.

Apakah bacaan mandinya? Tidak ada bacaan apapun. Anda cukup baca bismillah lalu mandi  dengan membasahi seluruh tubuh termasuk rambut. Jika dilakukan, ini sudah sah.

Jika hendak ambil sunnah, maka bersihkan dulu kemaluan anda dengan wewangian seperti sabun dan sejenisnya, lalu wudhu lalu mandi. Dengan ini, anda sudah dapat menjalankan shalat seperti biasa. Wallahu alam. (Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Islam itu mudah. Jangan dipersulit.

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker