Fikih

Memasang Gigi Palsu

Tanya:
Assalamu’alaikum wr wb

Apakah hukum memasang gigi palsu/implant dengan maksud & tujuan karena gigi aslinya telah tanggal/rusak/hitam?
Dan jika meninggal apakah gigi palsu itu harus dilepas?

Wassalamu’alaikum wr wb. (Misbahudin – Pekalongan)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Para ulama membolehkan seseorang mengganti giginya yang rusak dengan gigi palsu karena kebutuhan. hal ini berdasarkan pada hadis berikut:

أَنَّهُ أُصِيبَ أَنْفُهُ يَوْمَ الْكُلَابِ فِي الْجَاهِلِيَّةِ، فَاتَّخَذَ أَنْفًا مِنْ وَرِقٍ فَأَنْتَنَ عَلَيْهِ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَتَّخِذَ أَنْفًا مِنْ ذَهَبٍ

Bahwa hidung beliau terkena senjata pada peristiwa perang Al-Kulab di zaman jahiliyah. Kemudian beliau tambal dengan perak, namun hidungnya malah membusuk. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menggunakan tambal hidung dari emas. (HR. An-Nasai 5161, Abu Daud)

Bagaimana dengan hadis berikut?

لُعنت الواصلة والمستوصلة والنامصة والمتنمصة والواشمة والمستوشمة من غير داء

“Dilaknat : orang yang menyambung rambut, yang disambung rambutnya, orang yang mencabut alisnya dan yang minta dicabut alisnya, orang yang mentato dan yang minta ditato, selain karena penyakit.” (HR. Abu Daud 4170

Menurut para ulama bahwa laknat dan larangan tersebut, bagi mereka yang mengubah anggota tubuh bukan karena kebutuhan, tapi karena untuk dipandang cantik atau tampan atau sejenisnya. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker