Fikih

Mendoakan Orang dengan Membaca Al Fatihah

Tanya:
Assalamu’alaykum wrwb.  Ustadz….saya sering mendengar atau bahkan diminta ikut mendoakan seseorang yang kena musibah dan atau meninggal, dengan  mengucapkan al fatihah…adakah contoh / hadist dari Rasulullah, atau keterangan para ulama tentang amalan tersebut..?

Jawab:
Berdoa adalah sesuatu yang diperintahkan oleh al-Quran. Orang yang tidak berdoa, dianggap sombong. Dalil sebagai berikut:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

artinya: “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Artinya: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

Doa, bisa jadi untuk diri sendiri, bisa jadi untuk orang lain. Mendoakan orang lain baik yang masih hidup atau sudah meninggal menurut kesepakatan seluruh ulama boleh dan dianjurkan. Dalilnya sebagai berikut:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya: “Dan orang-orang yang datang setelah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdo’a: ‘Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” [Al-Hasyr: 10]

Ayat di atas adalah doa kaum muhajirin dan anshar yang mendoalan saudara mereka sesame mukmin yang telah meninggal terlebih daulu. Ayat itu bukan sekadar untuk kaum muhajirin dan anshar saja, namun juga berlaku untuk seluruh umat Islam.

Kaidah ushul yang digunakan sebagai berikut:

العبرة بعموم اللفظ لا بخصوص السبب

Pelajaran diambil dari keumuman lafal, bukan dari sebab turunnya lafal (ayat).

Juga ayat berikut:

رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Artinya: Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.

Ayat di atas, menyatakan tentang doa untuk orang tua dan doa untuk sesama orang mukmin. Ayat di atas bentuknya umum sehingga masuk di dalamnya orang mukmin yang masih hidup atau sudah meninggal.

Juga ayat berikut ini:

رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا

Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan”. (QS. Nuh: 28)

Juga hadis berikut ini:

مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ، إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ: وَلَكَ بِمِثْلٍ

Artinya, “Tidak ada seorang hamba Muslim yang berkenan mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan kecuali malaikat mendoakan orang yang berdoa tersebut dengan kalimat ‘Kamu juga mendapat sama persis sebagaimana doa yang kamu ucapkan itu,” (HR Muslim).

Maka sebagai seorang muslim, hendaklah kita saling mendoakan kepada saudara kita baik yang masih hidup, atau yang sudah meninggal dunia. Doa itu akan menjadi amal baik dan pahal besar bagi kita.

Bagaimana doa dengan membaca surat alfatihah? Membaca surat alfatihah, sekadar menjadi salah satu wasilah kita dalam berdoa. Hal ini dibolehkan. Di antara dalil yang bisa dijadikan pijakan adalah hadis imam Bukhari dan imam Muslim, dari Abu Said alkhudri berikut ini:

أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ : وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ. ثُمَّ قَالَ :خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ

Artinya: Ada sekelompok sahabat Nabi Saw. berada dalam perjalanan, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata kepada sekolompok sahabat tersebut, ‘Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah (mengobati) karena pembesar kampung tersengat binatang atau terserang demam.’ Di antara para sahabat lantas berkata, ‘Iya ada.’

Lalu dia pun mendatangi pembesar tersebut dan dia meruqyahnya (mengobatinya) dengan membaca surat Alfatihah dan tak lama pembesar tersebut sembuh. Lalu yang mengobati tadi diberikan seekor kambing, namun dia enggan menerimanya. Dia berkata, ‘Saya mau melaporkan terlebih dahulu kepada Nabi Saw. Lalu dia mendatangi Nabi Saw. dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau. Dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, aku tidaklah mengobati kecuali dengan membaca surat Alfatihah.’ Rasulullah Saw. lantas tersenyum dan berkata, ‘Bagaimana engkau bisa tahu Alfatihah adalah ruqyah?. Beliau pun bersabda, ‘Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian. (HR. Bukhari dan Muslim).

Secara jelas, sahabat menggunakan surat alfatihah untuk mendoakan saudaranya yang sakit, agar lekas sembuh. Dan doa dg wasilah/perantara surat alfatihah tersebut, Allah menyembuhkan penyakitnya. Wallahu a’lam.

*Jika ada hal yang ingin anda tanyakan, sila menghubungi 08981649868 (WA/SMS)
===================
Bagi yang hendak wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun yang diasuh oleh Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +20112000489

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close