Fikih

Menerima Daging Sembelihan yang Belum Jelas Kehalalannya

Tanya:
Assalamu’alaykum ustad saya ingin tanya,jika seseorg diberi daging kambing oleh org Islam akan tetapi org Islam tersebut memiliki aliran menyimpang,jdi ketika seseorg hendak masuk aliran dia harus menyembelih kambing yg katanya jika dia menyembelih kambing tersebut akan langsung masuk surga ketika wafat(tanpa ibadah),saya tidak tau ketika menyembelih menyebut nama Allah/selain nama allah…yg jdi pertanyaan adalah apkah halal/haram hasil sembelihannya itu?? (Siraj Abdussalam Thaher – Jakarta)

Jawab:
Waalaikum salam

Seseorang dianggap Islam dan iman apabila ia percaya dengan rukun iman dan rukun Islam. Terkait hal ini, bisa lihat hadis berikut:

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْت رَسُولَ اللَّهِ يَقُولُ: ” بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلَاةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ الْبَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ”. رواه البخاري ومسلم

Daripada Abu Abdul Rahman, Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘anhuma, berkata: Aku telah mendengar Rasulullah Sallallahu’alaihiwasallam bersabda: ‘Islam itu didirikan atas lima (perkara) – Menyaksikan bahawa tiada ilah melainkan Allah, dan bahawasanya Muhammad itu Rasulullah, mendirikan solat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke Baitullah dan puasa di bulan Ramadhan.
(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Juga hadits Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu,

قَالَ : صَدَقْتَ فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ قَالَ : فَأَخْبِرْنِي عَنِ الإِيْمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Orang itu berkata, “Engkau benar.” Kami pun heran, ia bertanya lalu membenarkannya. Orang itu berkata lagi, “Beritahukan kepadaku tentang Iman.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada para rasul-Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk.” Orang tadi berkata, “Engkau benar.” (HR. Muslim, no. 8)

kita sendiri diperintahkan untuk selalu makan makanan yang halal sebagaimana firman Allah berikut:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. (Al-Baqarah: 172)

Makanan sesama muslim yang halal, seperti daging kambing, ia dihukumi halal kecuali jika makanan tersebut untuk sesajen atau persembahan berhala. Firman Allah:

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنزيرِ وَمَا أُهِلَّ بِهِ لِغَيْرِ اللَّهِ

“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan sembelihan yang dipersembahkan kepada selain Allah.” (Qs. al-Baqarah: 173).

Jika sembelihan tadi bukan untuk berhala dan yang menyuguhkan makanan adalah orang muslim atau masih percaya dengan rukun Islam dan iman, maka makanan tadi hukumnya halal.

jika seseorang tidak menjalankan ibadah karena ingkar, maka dia kafir. Jika dia ingkar shalat, puasa, zakat dan lain sebagainya secara sengaja maka ia kafir. jika ia kafir, maka sembelihannya juga haram.

kecuali jika dia tidak menjalankan ibadah tadi karena malas, tapi masih merasa bahwa itu kewajiban, maka ia muslim yang bermaksiat. sembelihannya tetap halal. Wallahu a’lam bishawab.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker