Akhlak

Menghadapi Suami yang Selalu Menyalahkan Istri

Tanya:
Assalamualaikum.. Ustadz harus bagaimanakah menghadapi suami yg selalu menyalahkan istri. Terima kasih wassalamu’alaikum (Lia, Karawang)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Menikah adalah anjuran agama. Dengan menikah, jiwa seseorang dapat menjadi tenang dan damai.

وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” [QS. Ar. Ruum (30):21].

Hanya dalam kehidupan berumah tangga, tidap semua mulus. Selalu saja ada sesuatu yang membuat suami istri salah paham sehingga terkadang saling marah atau bahkan saling menyalahkan dan sampai perang mulut.

Dalam rumah tangga sangat dibutuhkan sifa saling pengertian dan saling memahami, dahulukan sifat husnuzhan dan jauhkan sifat suudzan. Jika salah satu sedang emosi atau menyalahkan, maka pihak lain harus bersabar dan tidak banyak komentar. Cukuplah dibalas dengan diam dan bersabar saja. Insya Allah nanti akan kembali baik.

Namun jika yang satu menyalahkan lalu dibalas dengan sifat menyalahkan yang lain, maka yang terjadi adalah benturan dan cekcok yang kadang berkepanjangan. Tentu ini jadinya tidak baik apalagi jika dihadapan anak-anak. Tugas istri sendiri yang paling utama adalah taat kepada suami selama dalam kebaikan. Pahalanya sangat besar, yaitu surga. Perhatikan hadis nabi berikut:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya. (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Bahkan dalam hadis lain disampaikan sebagai berikut:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR. Ibnu Hibban).

Balas keburukan suami dengan kebaikan. Karena dengan sikap baik tersebut, insya Allah akan dapat meluluhkan hati seseorang. Jangan balas keburukan dengan keburukan karena akan merusak hubungan emosional.

“ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ”

Artinya:: (Balaslah (kejahatan yang ditujukan kepadamu) dengan cara yang lebih baik; apabila engkau berlaku demikian maka orang yang menaruh rasa permusuhan terhadapmu, dengan serta merta akan menjadi seolah-olah seorang sahabat karib) (QS. Fusilat: 34)

Usahakan anda lebih baik lagi dengan suami anda. Insya Allah suami anda akan semakin sayang dengan anda. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudui Abdurrahim, Lc., M.M)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker