FikihAkhlak

Mengorbankan Kepentingan Anak Demi Orang Tua

Tanya:
Apakah kita harus menyampingkan kebahagiaan kita buat orang tua,seperti meninggalkan anak perempuan saya buat kebahagiaan orang tua? (Erry Mardiana Susanti, Gresik)

Jawab:
Setiap kita punya hak masing-masing. Orang tua punya hak untuk mendapatkan bakti kita. Suami istri dan anak-anak juga punya hak. Jangan sampai memberikan sesuatu kepada yang lain, namun mengesampingkan hak lainnya.

Untuk Anda, jika anda adalah seorang istri, maka hal paling penting bagi anda adalah berkhidmat kepada suami anda. Ridha Allah pun, berada pada Ridha suami. Hal ini sebagaimana hadis-hadis Nabi berikut ini:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” (HR Tirmidzi)

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR. Ibnu Hibban)

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ: اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا؛ اَلَّتِي إِذَا غَضِبَ جَائَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِيْ يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

“Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.’” (HR. Thabrani)

Anda juga punya kewajiban untuk mendidik anak-anak anda karena ia yang kelak akan mendoakan anda ketika anda telah tiada.

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila manusia mati maka amalnya terputus kecuali karena tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya.” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud).

Jika ada masalah dengan orang tua anda, maka komunikasikan persoalan anda dengan orang tua anda secara baik-baik. jika terkait tempat tingggal, orang tua bisa tinggal bersama anda atau sebaliknya. Perkataan yang lembut dan sikap hormat kita kepada orang tua, akan melembutkan hati orang tua dan memudahkan jalan kita dalam meniti kehidupan.

Intinya, hormati orang tua dan jangan abaikan anak dan suami anda. Jangan mengorbakan kepentingan yang satu untuk mengutamakan kepentingan yang lain. Masing-masing sudah ada porsinya. Kami yakin anda bisa mengatasinya. Wallahu a’lam.

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker