Fikih

Menuliskan Doa pada Plasenta yang Akan Dikubur

Tanya:
Assalamu’alaikum ustad saya Insya Allah akan memiliki anak pertama… saya ingin menanyakan terkait dengan plasenta (ari-ari) yang nanti akan diserahkan kepada kami bagaimana cara kami untuk menguburkannya karena kami saat ini tinggal di kontrakkan petakan kecil yang tidak ada lahan berupa tanah yang dapat dijadikan tempat untuk menguburkan plasenta? Dan apakah boleh memberikan/menuliskan doa2 tertentu pada plasenta tersebut sebelum dikubur? (Aditya Montazeri, Kota Bekasi)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Terdapat hadis dari Aisyah, yang disebutkan dalam Kanzul Ummal dan al-Jami ash-Shagir karya Imam Suyuti bahwa Ibunda Aisyah mengatakan sebagai berikut:

كان يأمر بدفن سبعة أشياء من الإنسان الشعر والظفر والدم والحيضة والسن والعلقة والمشيمة

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mengubur tujuh hal potongan badan manusia; rambut, kuku, darah, haid, gigi, gumpalan darah, dan ari-ari.”

Hal ini karena ari-ari dianggap sebagai bagian dari tubuh manusia yang dimuliakan. Firman Allah:

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

Artinya: Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al-Isra: 70).

Selain itu, jika ia dibuang begitu saja, tentu akan menimbulkan bau dan menganggu banyak orang. Sebagai penghormatan dan agar tidak mengganggu orang lain itulah, maka ia harus dikuburkan.

Jika anda tidak ada lahan, namun ada tetangga yang punya sedikit lahan, barangkali bisa minta izin tetangga yang ada lahan untuk ditanamkan ari-ari tersebut. Atau jika tidak ada dan tempat anda dekat dengan tanah pekuburan, bisa ke tanah pekuburan kemudian ditanam di situ.

Adapun diselipkan doa, itu tidak perlu, karena sesungguhnya ari-ari itu bukan apa-apa. Itu hanya adalah bagian dari tubuh manusia yang harus ditanam agar tidak mengganggu orang lain. Wallahu a’lam.

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker