Akhlak

Menyikapi Bibi yang Sedang Diuji Allah

Tanya:
Assalamu’alaikum mau nanya saya punya bibi tapi bibi saya sudah tua usia 80 tahun dia seorang diri tidak punya anak atapun suami dan sekrang bibi saya buta / sakit glaukoma dan yang kasih makan orang tua saya padahal banyak ponakan2 dari kakanya orang tua saya ,,sehari2nya bibi saya nangis terus manggil2in ibu2 yang sudah mninggal dan bilang ingin mati mati saja ,,yang saya tanyakan mnurut pak ustadz/ ustadzah bgaimana untuk mnyikapi bibi saya seperti itu padahal semua ponakan2 kasih nasehat sruh bca istighfar Ayoub ngaji yang bibi hafal tapi bibi saya tetat tidak mau denger sehari 2 nangis terus ingin mati2 saja. (Nurkholipah – Serang)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Manusia hidup penuh dengan ujian dan cobaa, di antara ujian itu adalah penyakit yang kadang mendatangi kita. Allah SWT berfirman dalam Al Quran:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Artinya, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’.” (Al Baqarah : 155-156).

Namun Allah menjanjikan bahwa bagi orang yang bersabar dengan penyakit yang ditimpakan kepadanya adalah surga. “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. Kabar gembira ini, berupa ganti rugi kelak di akhirat dengan dimasukkannya ke dalam surganya. Namun syaratnya adalah tetap bersabar dan tidak putus asa dengan rahmat Allah Swt.

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Artinya, “Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu”. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”(Az Zumar : 10)

Terkait cobaan hidup juga disebutkan dalam dalam ayat yang lain:

إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ نُطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

Artinya, “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (Al Insan : 2).

Jika seseorang sakit dan tidak berputus asa, maka Allah akan mengangkat derajatnya di dunia dan akhirat sebagaimana sabda nabi Muhammad saw berikut:

مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ شَوْكَةٍ فَمَا فَوْقَهَا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً أَوْ حَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً

“Tidak ada satupun musibah (cobaan) yg menimpa seorang muslim berupa duri atau yg semisalnya, melainkan dengannya Allah akan mengangkat derajatnya atau menghapus kesalahannya.” [HR.Muslim]

Orang yang sakit dan bersabar juga akan menjadi sarana penghapus dosa, sebagaimana sabda nabi berikut:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى مِنْ مَرَضٍ فَمَا سِوَاهُ إِلَّا حَطَّ اللَّهُ بِهِ سَيِّئَاتِهِ كَمَا تَحُطُّ الشَّجَرَةُ وَرَقَهَا

“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Jika memungkinkan, anda dan keluarga besar anda bisa membawa bibi anda ke rumah sakit untuk diobati. adapun pembayaran bisa ditanggung keluarga besar. Selain itu dan agar bibi anda tidak putus asa, sampaikan agar selalu besabar dan bahwa penyakit tersebut sebagai sarana penebus dosa. Insya Allah pahalanya adalah surga yang luasnya seluas langit dan bumi. Semoga Allah segera mengangkat penyakit dari bibi anda dan memberikan pahala bagi anda dan semua anggota keluarga yang ikhlas merawat bibi anda. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker