Akhlak

Orang Tua Berkata Kotor, Bagaimana Sikap Kita?

Tanya:
Ustaz bagaimana hukum nya kita sebagai anak melawan orang tua,sedang kan orang tua kita mengatakan kata” yang tidak sewajarnya kepada kita contoh nya seperti kata hewan, dan sering membandingkan kita pada orang lain, apakah itu termasuk orang tua yang durhaka kepada anak nya. (Agus Setiawan – Kalimantan Timur)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Kita diwajibkan untuk selalu berbuat baik kepada orang tua sebagaimana firman Allah berikut:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali” [Luqman : 14]

Juga firman Allah berikut:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا ۖ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا ۖ وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا ۚ حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي ۖ إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun, ia berdo’a “Ya Rabb-ku, tunjukilah aku untuk menysukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku dapat berbuat amal yang shalih yang Engkau ridlai, berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” [Al-Ahqaaf : 15]

Juga firman Allah berikut:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya” (QS. Al Isra: 23).

Jika orang tua menghina kita, atau merendahkan kita atau membandingkan kita dengan siapapun, anak sama sekali tidak boleh membalas. Anak cukup diam dan dengarkan apa kata orang tua.

Seburuk apapun perkataan orang tua, itu belum sebanding sama sekali dengan pengorbanan orang tua ketika merawat anaknya dari mengandung hingga anak besar. Bahkan jika umur kita dihabiskan untuk membalas budi kebaikan orang tua, sama sekali tidak akan pernah terbalaskan.

Jika anak membalas dengan ungkapan kasar dan sampai menyakiti hati orang tua, maka anak telah melakukan dosa besar. Dia harus meminta maaf kepada orang tuanya dan banyak beristigfar kepada Allah.

Semoga kita menjadi anak yang selalu berbakti kepada orang tua. Wallahu a’lam bsihawab.

Komentari
Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close