Fikih

Pakai Cincin, Apakah Sunnah?

Tanya:
Assalamu’alaikum…
saya mahu tanya…adakah lelaki pakai cincin itu suatu sunnah Nabi s.a.w..?

Jawab:
Wa’alaikum salam
Rasul memakai cincin bertuliskan Muhammad Rasulullah. Cincin Rasulullah saw tersebut sesungguhnya bukan sekadar hiasan,namun mempunyai tujuan tertentu yaitu sebagai stempel kenegaraan.

Apakah ia sunnah?
Sunnah adalah sesuatu yang diucapkan Rasulullah saw, dilaksanakan dan juga persetujuan Rasulullah Saw. Jika dilihat dari sini, maka memakai cincin adalah bagian dari sunnah, yaitu suunnah fi’liyah atau sesuatu yang dilaksanakan oleh rasulullah Saw.

Jadi hukumnya apa? Hukumnya mubah. Artinya siapa saja boleh memakai cincin dan boleh tidak. Hanya biasanya, cincin yang dipakai orang-orang saat ini, tidak mempunyai tujuan khusus seperti cincinnya Rasulullah. Ia sekadar hiasan saja. Maka hukumnya mubah. Silahkan jika hendak memakai dan silahkan jika tidak. Dan tidak boleh terbuat dari emas.

Dalil rasulullah saw memakai cincin sebagai berikut:

كان خاتم النبي صلى الله عليه وسلم من ورق وكان فصه حبشيا

Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbuat dari perak, dan mata cincinnya berasal dari Habasyah (ethiopia). (HR. Muslim dan Turmudzi)
Dari Ibnu Umar ra:

أن النبي صلى الله عليه وسلم اتخذ خاتما من فضة فكان يختم به

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggunakan cincin dari perak, dan beliau gunakan untuk menstempel suratnya. (HR. Ahmad dan Nasai)

Dari Anas bin Malik ra, beliau menceritakan sebagai berikut:

كان خاتم النبي صلى الله عليه وسلم من فضة فصه منه

Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perak, dan mata cincin juga dari bahan perak.” (HR. Bukhari dan Nasai)
Dari Anas bin Malik ra beliau mengatakan sebagai berikut:

كان نقش خاتم رسول الله صلى الله عليه وسلم ( محمد ) سطر و ( رسول ) سطر و ( الله ) سطر

Ukiran mata cincin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertuliskan: Muhammad [محمد] satu baris, Rasul [رسول] satu baris, dan Allah [الله] satu baris. (HR. Turmudzi dan Ibn Hibban)

Dalam riwayat lain dijelaskan sebagai berikut:

أن النبي صلى الله عليه وسلم أراد أن كتب إلى كسرى وقيصر والنجاشي فقيل له : إنهم لا يقبلون كتابا إلا بخاتم فصاغ رسول الله صلى الله عليه وسلم خاتما حلقته فضة ونقش فيه محمد رسول الله فكأني أنظر إلى بياضه في كفه

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menulis surat ke Kisra (persi), Kaisar (romawi), dan Najasyi (Ethiopia). Kemudian ada yang mengatakan, ’Mereka tidak mau menerima surat, kecuali jika ada stempelnya.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir tulisan Muhammad Rasulullah. Saya melihat putihnya cincin itu di tangan beliau. (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim)
Ibnu Umar ra menceritakan sebagai berikut:

اتخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم خاتما من ورق فكان في يده ثم كان في يد أبي بكر ويد عمر ثم كان في يد عثمان حتى وقع في بئر أريس نقشه : محمد رسول الله

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak. Pertama beliau yang memakai, kemudian dipakai Abu Bakar, kemudian Umar, kemudian dipakai Utsman, hingga akhirnya kecemplung di sumur air Arisy. Ukirannya bertuliskan: Muhammad Rasulullah. (HR. Bukhari dan Muslim). Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc. M.M)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker