Fikih

Pamer Foto Ikan Cupang Untuk Promosi

Tanya:
Assalamu’alaikum wr. Wb.

Ijin ustad bertanya dua hal. Saya peternak ikan hias cupang
1. Apa hukumnya kalo kita memposting foto/vidio ikan cupang memakai kalimat untuk berdagang di sosial media buat memperlihatkan ke publik apakah tergolong riya?
2. Apa boleh ustad kita memposting pendapatan hasil penjualan ikan cupang kita di sosial media untuk dipergunakan sebagai tanda kepercayaan atau testimoni. Apakah termasuk ke riya atau riba? Saya takut akan hal tersebut RIYA DAN RIBA? Mohon pencerahan tersebut ustadz (Erlangga oktayansya, Kota Jambi)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Perniagaan atau berbisnis adalah bagian dari upaya mendapakan rezeki yang sangat dianjurkan Allah dan menjadi ladang pahala. Firman Allah:

{فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ}

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi (untuk mencari rezki dan usaha yang halal) dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS al-Jumu’ah:10).

Juga hadis Rasulullah saw berikut:

إِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلَ الرَّجُلُ مِنْ كَسْبِهِ

“Sungguh sebaik-baik rizki yang dimakan oleh seorang laki-laki adalah dari usahanya sendiri (yang halal)” (HR. Nasai dan Abu Dawud)

Adapun cara bisnis, itu menjadi kreasi dan kebebasan anda.

1. Anda boleh memposting foto/video ikan cupang memakai kalimat untuk berdagang di sosial media untuk memperlihatkan ke publik dan itu bukan riya.

2. Apa boleh memposting pendapatan hasil penjualan ikan cupang kita di sosial media untuk dipergunakan sebagai tanda kepercayaan atau testimoni dan itu bukan ria dan riba?

Terkait sistem promosi ini, selama tidak menipu maka halal. Cara promosi, tentu anda lebih paham, karena ini urusan bisnis anda. Sabda Rasulullah saw:

أَنْتُمْ أَعْلَمُ بِأَمْرِ دُنْيَاكُمْ

“Kamu lebih mengetahui urusan duniamu.” (HR. Muslim, no. 2363)

Semoga Allah memberkahi bisnis anda dan mendapatkan rezeki yang banyak, halal dan berkah serta menjadi ladang pahala bagi anda. Amin. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker