Fikih

Salat Berjama’ah Tapi Tidak Khusyuk

Tanya:
Assalamualaikum WR.WB. Mohon maaf saya ingin izin bertanya mengenai masalah sholat.

Saya setiap hari hampir melakukan sholat secara berjamaah, tapi ada kalanya saya tidak khusyuk (memikirkan hal lain) saat sholat sehingga saya merasa seperti tidak ingat kalau saya sudah membaca bacaan sholat atau belum. Contohnya seperti saat Tahayatul pertama sholat duhur, saat sujud sebelum duduk tahiyat saya sempat kepikiran masalah pribadi, lalu tiba-tiba saja saya baru sadar kalau saya sudah berdiri di rakaat ke 3, disini saya tidak ingat apakah saya sudah membaca bacaan Tahiyat atau tidak, karena itulah saya sering galau apakah sholat saya ini sah atau tidak walaupun saya ini sholat berjamaah.

Tolong atas jawaban beserta bukti penguatnya (hadits atau sejenisnya) agar saya tidak merasa gelisah mengenai sahnya sholat saya, terima kasih. (Ikbar Ariq – Gresik)

Jawab:
Wa’alaikumssalam. Apa arti istilah untuk khusyu’?

خاشعون merupakan isim fail yang berasal dari kata dasar (masdar) خشع. خاشعون merupakan jamak mudzakar salim. Arti secara bahasa adalah السكينة. (ketenangan), الخضوع (ketundukan), الذلة (kerendahan)

Secara istilah, khusyu berarti merendahkan hati di hadapan kuasa Allah swt. Ia merasa bahwa segalanya datang dari Allah dan hanya akan kembali kepada Allah. Manusia sama sekali tidak ada artinya dihadapan kuasa Allah. Ia akan selalu tunduk atas segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Apa maksud khusyu dalam shalat? Nabiyullah sendiri pernah salat sambil menggendong cucunya, atau Nabi juga pernah memindahkan sahabat yang dari sisi kiri beliau ke sisi kanan saat salat jamaah.

Tentang khusyu shalat, terdapat banyak perbedaan di kalangan para ulama. Memahami dan menghayati makna bacaan shalat, dengan jiwa tunduk kepada Allah.

Khusyuk shalat: mata memandang tempat sujud

– قول أبي هريرة كان أصحاب رسول الله -صلى الله عليه وسلم- يرفعون أبصارهم إلى السماء في الصلاة، فلما نزل: الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ رموا بأبصارهم إلى مواضع السجود

Abu hurairah berkata, dulu sahabat nabi Muhammad saw ketika shalat melihat matanya ke atas langit. Kemudian setelah turun firman Allah, : الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ mereka menatap mata mereka ke tempat sujud.

Tidak sering monoleh dan jelalatan

أن النبي -صلى الله عليه وسلم- أبصر رجلًا يعبث بلحيته في الصلاة، فقال: لو خشع قلب هذا لخشعت جوارحه

Bahwa nabi Muhammad saw melihat seseorang ketika shalat memainkan jenggotnya. Rasul bersabda, jika saja hatinya khusyu tentu badannya juga akan khusyu.

Dengan suara lambut. Ini seperti kata khushu dalam firman Allah:

وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ .

Dan suara-suara (pada hari itu) tunduk (hening) di hadapan ArRahmaan

Dengan jiwa yang tenang

Shalat dengan jiwa yang takut kepada Allah dan shalat deng tenang .

Shalat dengan perasaan tawadhu’

Tidak banyak bergerak ketika shalat.

Khusyu dibagi dua, yaitu khusyu hati dengan jiwa tunduk kepada Allah dan shalat dengan penuh penghayatan. Kedua khusyu badan, dengan tidak banyak melakukan gerakan yang dapat merusak penghayatan shalat, seperti mata jelalatan, sering garu’garuk.

Khusyu bukan menjadi rukun atau syarat shalat. Artinya jika seseorang sudah melaksanakan shalat dengan memenuhi persyaratan dan rukun shalat, maka shalatnya sah. Wallahu A’lam Bishawab. (Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker