FikihAkhlak

Saudara Sulit Bayar Utang Tapi Pamer Mobil Baru

Tanya:
Assalamualaikum pak ustad saya ingin bertanya..
Jadi sodara suami saya dulu pinjam duit sama saya 3 juta sudah mau setaun belum di bayar pernah dulu sekali saya tagih dia marah… Dan semenjak kejadian itu saya mengalah Dan diam tidak menanggih nya…. Nah sekarang dia pamer punya mobil baru tapi hutang nya belum di bayar apa doa Yang harus saya amalkan pak ustad terimakasih wassalamualaikum. (Sulistyo Jayandri – Bengkulu)

Jawab:
Wa’alaikum salam. Membayar utang adalah sebuah kewajiban sebagaimana sabda Rasulullah Saw berikut ini:

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ مَرَّتَيْنِ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

Artinya: “Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya utang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi. (HR. Ahmad)

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُصَلِّي عَلَى رَجُلٍ مَاتَ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ فَأُتِيَ بِمَيِّتٍ فَقَالَ أَعَلَيْهِ دَيْنٌ قَالُوا نَعَمْ دِينَارَانِ قَالَ صَلُّوا عَلَى صَاحِبِكُمْ

Artinya: “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak menshalatkan laki-laki yang memiliki utang. Lalu didatangkan mayit ke hadapannya. Beliau bersabda: “Apakah dia punya utang?” Mereka menjawab: “Ya, dua dinar. Beliau bersabda,“Shalatlah untuk sahabat kalian.” (HR. Abu Daud)

نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ

Artinya: “Jiwa seorang mukmin tergantung karena utangnya, sampai hutang itu dilunaskannya.” (HR. Ibnu Majah)

Untuk anda, karena ini terkait utang dengan sesama manusia apalagi saudara, maka anda komunikasikan kembali dengan yang berutang secara baik-baik dan bahasa yang sopan. Semoga dengan ini dia terbuka hatinya.

Untuk doa, tidak ada doa khusus untuk menagih utang. Silahkan perbanyak shalawat Nabi atau baca istigfhar, semoga Allah mudahkan rezeki Anda. Meski saudara anda belum bisa membayar utang, setidaknya anda akan mendapat banyak pahala. Semoga Allah berikan kelembutan pada hatinya. Wallahu a’lam bishawab. (Ustadz Wahyudi Sarju Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker