Fikih

Sedang Persiapan Pernikahan, Kenapa Saya Jadi Ragu?

Tanya:
Assalamu’alaikum ustadz

Saya rencana mau nikah bulan depan ini. Dalam rangka persiapan untuk pernikahan kok tiba-tiba ada-ada saja cobaan dan ujian, mulai dari orang tua calon saya berubah sikap, calon saya sering mengeluh, dan kayaknya sudah masuk putus asa. Belum lagi gangguan eksternal ada-ada saja. Perempuan yang dulu nolak saya malah sekarang berubah sikap jadi baik dan memulai komunikasi dengan saya. Dan terahir diperparah dengan perasaan saya yang tiba-tiba tidak pengen nikah jadi malas dan hilang rasa dengan calon pasangan.

Mohon penjelasan ustadz atas perhatian saya ucapkan terimakasih

Jawab:
Menikah adalah sesuatu yang sangat dianjurkan oleh Allah dan rasulnya. Hal ini karena menikah dapat menjaga diri dari berbagai perbuatan negatif. Nikah juga dapat melangsungkan keturunan, dapat menenangkan jiwa dan menyempurnakan kehidupan manusia. Bahkan tatkala seorang fakir pun, tetap dianjurkan untuk menikah, karena Allah yang akan memberikan jalan rezkinya. Terkait hal ini, Allah berfirman:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya…” [An-Nuur/24: 32].

Rasulullah saw bersabda:

إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ، فَقَدِ اسْـتَكْمَلَ نِصْفَ الدِّيْـنِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِيْمَـا بَقِيَ.

“Jika seorang hamba menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya; oleh karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah untuk separuh yang tersisa.” (HR. Baihaqi)

تَزَوَّجُوْا فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلأُمَمَ يَوْمَ الْقِيَـامَةِ، وَلاَ تَكُوْنُوْا كَرَهْبَانِيَّةِ النَّصَارَى.

“Menikahlah, karena sesungguhnya aku akan membangga-banggakan jumlah kalian kepada umat-umat lain pada hari Kiamat, dan janganlah kalian seperti para pendeta Nasrani.” (HR. Baihaqi)

Jika Anda hendak menikah, hal pertama yang harus dilakukan adalah meluruskan niat bahwa nikah anda hanya untuk beribadah kepada Allah. Nikah sebagai sarana Anda meniti jalan menuju surga. Kelak anak anda akan menjadi anak salih yang dapat memberikan pahala jariyah kepada Anda.

Lakukan musyawarah dengan keluarga anda. Barangkali mereka mempunyai pandangan lain yang lebih baik. orang tua, sudah mempunyai banyak pengalaman dan biasanya hatinya lebih tajam. Terkait perintah musyawarah ini, firman Allah sebagai berikut:

وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ

“Dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu, kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepadaNya” [Ali-Imran/3 : 159]

وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ

“Sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka” [Asy-Syuura/42 : 38]

Laksanakan shalat istikharah, yaitu shalat dua raka’at dengan niat shalat istikharah. Shalat dapat dilaksanakan kapan saja, bisa juga sebelum tidur atau sebelum fajar.

Usai shalat berdoalah sesuai dengan apa yang ada dalam hati Anda. Meminta petunjuk kepada Allah dan memohon diberikan yang terbaik.  insyaallah, Allah akan memberikan petunjuk dan ketetapan hati kepada Anda.

Jika anda sudah ada ketetapan hati, pilihlah sesuai dengan  ketetapan hati Anda dan bertawakal kepada Allah. Karena orang yang selalu berserah diri kepada Allah, hidupnya akan dijamin oleh Allah sebagaimana firman Allah berikut:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

Artinya: Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka Dialah Yang Mencukupinya” (QS. Ath-Thalaq: 3)

Jika sudah berketetapan hati, bismillah segera melamar dan langsungkan pernikahan. Wallahu a’lam.

Ingin bertanya? Kirim Pertanyaan

 

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button
Close
Close