AkhlakFikih

Suami Ingin Pindah Rumah Tapi Istri Tidak Ingin Meninggalkan Orang Tua

Tanya:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabaratuh. Saya adalah anak bungsu dari 4 bersaudara. Ketiga kakak saya semuanya laki-laki. Tradisi di tempat saya tinggal, setelah menikah anak perempuan bungsu akan tinggal bersama orang tua dan suami ikut si istri. Saya telah menikah dan suami ikut saya tinggal dirumah orang tua saya. Namun sering terjadi ketersinggungan baik sikap maupun kata-kata sehingga suami saya ingin pindah rumah. Disini saya galau. Ingin ikut suami tapi tidak tega meninggalkan orang tua. Mohon solusinya ustadz. Wassalam. (Wahyu Rianti – Palembang)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Tanggung jawab anak perempuan sebelum menikah berada di tangan orang tua. Namun setelah nikah berada di tangan suami.

Setelah menjadi istri, ia wajib mendahulukan suami daripada orang tua. Hal ini sesuai dengan dalil berikut:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi)

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَصَّنَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا، دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ

“Apabila seorang isteri mengerjakan shalat yang lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya (menjaga kehormatannya), dan taat kepada suaminya, niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang dikehendakinya.” (HR. Ibnu Hibban)

Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang sifat wanita penghuni Surga,

وَنِسَاؤُكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ: اَلْوَدُوْدُ الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا؛ اَلَّتِي إِذَا غَضِبَ جَائَتْ حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِيْ يَدِ زَوْجِهَا وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوْقُ غَمْضًا حَتَّى تَرْضَى

“Wanita-wanita kalian yang menjadi penghuni Surga adalah yang penuh kasih sayang, banyak anak, dan banyak kembali (setia) kepada suaminya yang apabila suaminya marah, ia mendatanginya dan meletakkan tangannya di atas tangan suaminya dan berkata, ‘Aku tidak dapat tidur nyenyak hingga engkau ridha.’” (HR. Tabrani)

Untuk anda, tetaplah komunikasi yang baik dengan orang tua. Jangan sampai anda menyakiti keduanya karena dosanya besar. Namun anda wajib taat pada suami dan mendahulukan suami. Surga anda berada di bawah Ridha suami. Wallahu a’lam. Ustadz Wahyudi Sarju Abdurrahim, Lc., M.M.)

=============

Saat ini sedang merintis pembangunan Pesantren Modern Al-Muflihun. Bagi yang ingin wakaf tunai, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201000304569

Komentari

Tag

Materi terkait

Lihat Juga

Close
Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker