Fikih

Suami Menanyakan Pengeluaran Rumah Tangga

Tanya:
Assalamualaikum pak ustadz mau nanya masalah nafkah suami terhadap istri apakah uang yang di kasih ke istri ketika uang tersbut di tanyakan lagi contoh gajian suami dikasih semua kepada istrinya krna uang tersebut di bagi2 buat bayr ini byr itu krpluan rumh tangga tapi ketika uang trsbut tiggal sdkit suami mananyakan dipake buat apa? Dan sebagai istri saya merasa takut kalua uang itu abis. (Nurkholipah – Serang)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Memberikan nafkah bagi istri adalah kewajiban suami sebagaimana firman Allah berikut:
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ ۖ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنْفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا ۚ سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا

“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari apa yang telah Allah karuniakan kepadanya. Allah tidaklah memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang telah Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan” [Ath Thalaq : 7].

Juga firman-Nya.

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang baik”.[Al Baqarah : 233]. Jabir mengisahkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

اتَّقُوْا اللهَ فِيْ النِّسَاءِ، فَإِنَّهُنَّ عوان عِندَكُمْ، أَخَذْتُمُوْهُنَّ بِأَمَانَةِ اللهِ وَ اسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوْجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللهِ ، وَ لَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَ كِسْوَتُهُنَّ بِالمَعْرُوْفِ

“Bertaqwalah kalian dalam masalah wanita. Sesungguhnya mereka ibarat tawanan di sisi kalian. Kalian ambil mereka dengan amanah Allah dan kalian halalkan kemaluan mereka dengan kalimat Allah. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan rezki dan pakaian dari kalian”. (HR. Muslim)

Kadang gaji suami sedikit sehingga suami harus memastikan gajinya cukup buat keluarga. Suami akan bingung jika uang bulanan tidak cukup. Hal itu sebagai rasa tanggung jawab suami kepada keluarga. Suami ingin keluarga selalu hidup kecukupan.

Untuk anda, setiap anda berbelanja, anda catat di buku catatan khusus. Jika suami menanyakan, anda tinggal menunjukkan catatan tersebut. Insyaallah suami akan memahami.

Semoga Allah memudahkan dan melapangkan Rezeki anda dan kita semua. Semoga rezekinya berkah selalu. Amin.

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker