Tafsir

Tafsir Ayat Kematian

Tanya:
Assalaamualqikum wr wb Mohon pencerahan mengenai ayat alquran bahwa setiap yang hidup pasti mengalami maut dan diayat lain janganlah mengira bahwasanya orang yang bertakwa itu mati tapi sesungguhnya mereka hidup dengan karunia alloh. Demikian kurang lebihnya mohon dimaafkan jika kurang pas dengan terjemahan ayatnya. (Dedi, Pontianak)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Benar bahwa setiap yang hidup pasti akan mati, dalam artian terpisahnya ruh dari jasad manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah berikut:

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Jumu’ah: 8).

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.” (QS. An Nisa’: 78).

Sementara itu, bagi orang yang meninggal di jalan Allah, sesungguhnya mereka masih hidup. Hal ini sesuai dengan ayat berikut:

وَلاَ تَحۡسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِي سَبِيلِ اللّهِ أَمۡوَاتًا بَلۡ أَحۡيَاء عِندَ رَبِّهِمۡ يُرۡزَقُونَ (169)

Dan jangan sekali-kali engkau menyangka orang-orang yang terbunuh (yang gugur Syahid) pada jalan Allah itu mati, (mereka tidak mati) bahkan mereka adalah hidup (secara istimewa) di sisi Tuhan mereka dengan mendapat rezeki.

فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللّهُ مِن فَضۡلِهِ وَيَسۡتَبۡشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمۡ يَلۡحَقُوا۟ بِهِم مِّنۡ خَلۡفِهِمۡ أَلاَّ خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلاَ هُمۡ يَحۡزَنُونَ (170)

(Dan juga) mereka bersukacita dengan kurniaan Allah (balasan mati Syahid) yang telah dilimpahkan kepada mereka dan mereka bergembira dengan berita baik mengenai (saudara-saudaranya) orang-orang (Islam yang sedang berjuang), yang masih tinggal di belakang, yang belum (mati dan belum) sampai kepada mereka, (iaitu) bahawa tidak ada kebimbangan (dari berlakunya kejadian yang tidak baik) terhadap mereka dan mereka pula tidak akan berdukacita

Maksudnya adalah bahwa sesungguhnya secara kasat mata, atau secara alam fisik, mereka telah meninggal dunia. Ruh mereka telah terpisah dari badan. Hanya saja, sebagaimana yang diterangkan oleh Imam Thabari dalam tafsirnya yang menggutip dari hadis Nabi, bahwa di alam barzah, mereka mendapatkan kenikmatan atas kesyahidan mereka itu. Bahkan mereka akan mengatakan, andai saja orang-orang mukmin di dunia ini tau apa yang sedang mereka rasakan, niscaya mereka akan bersegera untuk berjihad di jalan Allah. Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

===
Bagi yang ingin wakaf tunai untuk pembangunan Pondok Modern Almuflihun, silahkan salurkan dananya ke: Bank BNI Cabang Magelang dengan no rekening: 0425335810 atas nama: Yayasan Al Muflihun Temanggung. SMS konfirmasi transfer: +201120004899

Tag

Materi terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close