Akidah

Allah Lebih Dekat Dari Urat Nadi Kita

Tanya:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, ingin bertanya apa Benar Allah itu lebih dekat dari urat nadi kita? Mohon penjelasannya. trimaksh (Saidul, Kab. Berau)

Jawab:
Wa’alaikum salam

Benar bahwa Allah sangat dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dari urat nadi sebagaimana firman Allah:

وهو اقرب من حبل الوريد

“Dan dia lebih dekat dari urat nadi”

Dalam ayat lain Allah berfirman:

وهو معكم اينما كنتم

“Dan dia selalu bersama kalian di manapun kalian berada.”

Karena saking dekatnya inilah maka kita diperintahkan untuk selalu berdoa dan meminta kepadanya, dan Allah akan mengabulkan doa kita.

Terkait perintah doa ini disebutkan dalam firman Allah berikut:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku. Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al Baqarah: 186)

Berdoalah dan yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan doa anda karena Allah sangat dekat dengan kita. Allah akan kabulkan doa kita sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw berikut ini:

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi)

Wallahu a’lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Infak untuk pengembangan aplikasi Tanya Jawab Agama: Bank BNI Syariah No. Rekening 0506685897 a.n Muhamad Muflih.

Wakaf untuk pembangunan Pesantren Almuflihun: Bank BNI No. Rekening 0425335810 a.n Yayasan Al Muflihun Temanggung.

Konfirmasi transfer +628981649868 (SMS/WA)

Tag

Materi terkait

Satu komentar

  1. apakah perempuan bisa menjadi imam terhadap laki2, sedangkan laki2 tersebut adalah anaknya dan belum baliq?
    mohon penjelasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close