Akidah

Apakah Seseorang Bisa Merasakan Tanda-tanda Kematian Orang Lain?

Tanya:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, saya mau bertanya.

Apakah ada orang yg bisa merasakan akan ada orang yang meninggal?, karena saya sekarang ada di fase ini. Sampai saat ini Saya telah merasakan 20 kematian yang saya rasakan dari orang-orang terdekat saya. entah itu keluarga, kerabat, atau hanya sekedar mengenal nama. Saya telah merasaknnya mulai dari umur 6 tahun. Tapi saya tak tau siapa/kapan yg akan meninggal tapi saya akan merasakan ada orang yg meninggal.

Rasanya hati selalu gelisah dan bingung sampai saya pernah di bawa ke pesikiater. Semakin lama dan semakin kuat rasa gelisah itu semakin dekat orang itu dengan saya atau akan banyak orang yg meninggal.

Saya mau tanya, apakah hal seperti itu lumrah? (Luthfiatun Nafisah, Tuban)

Jawab:
Waalaikum salam.

Manusia tidak akan pernah mengetahui terhadap peristiwa yang akan datang. Peristiwa yang akan datang tersebut masuk dalam ranah al-ghaibiyat. Terkait ketidaktahuan kita tersebut, disebutkan dalam firman Allah berikut:

قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

“Katakanlah : “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib kecuali Allah”, dan mereka tidak engetahui bila mereka akan dibangkitkan” [an-Naml/27 : 65]

عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا﴿٢٦﴾إِلَّا مَنِ ارْتَضَىٰ مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا “

(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridahiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan belakangnya” [al-Jin/ : 26-27]

قُلْ لَا أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَاءَ اللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنْتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لَاسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ ۚ إِنْ أَنَا إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad):Aku tidak kuasa mendatangkan kemanfaatan bagi diriku dan tidak pula kuasa menolak kemadharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan andaikata aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemadharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman. [al-A’râf/7: 188]

Kematian sendiri merupakan sesuatu yang pasti dan niscaya. Semua mahluk hidup, pasti akan merasakan kematian. Dan kematian itu sendiri bagian dari perkara yang ghaib. Tidak ada orang yang tau kapan kematian itu akan datang. Firman Allah:

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّن قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ }

Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal? Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [Al Anbiya:34-35].

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلاَقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”. [Al Jumu’ah:8].

وَجَآءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ

Dan datanglah sakaratul maut yang sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari dari padanya. [Qaaf:19].

Memang ada orang yang mengetahui seseorang dekat dengan ajal dengan melihat ciri-ciri fisiknya. Hanya pengetahuan ini tidak bisa memastikan kapan seseorang akan mati. Tetap saja, kematian merupakan rahasia Allah.

Bagi anda, perasaan anda ini adalah was-was dari setan. Anda jangan fikirkan dan ikuti perasaan ini, karena dapat menjadikan anda selalu was-was dan khawatir.

Sebaiknya setiap pagi dan sebelum tidur, anda berdoa kepada Allah dan memohon agar sifat was-was ini dihilangkan, dengan membaca surat al-Fatihah, an-Nas, al-Falaq, al-Ikhlas, awal 5 surat al-Baqarah, ayat kursi dan 3 ayat terakhir surat al-Baqarah. Semoga dengan ini rasa was-was anda segera hilang. Amin.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M.)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker