Akidah

Ruh Orang yang Sudah Wafat Tidak Bisa Kembali ke Dunia

Tanya:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mohon maaf dan mohon izin bertanya, ya ustadz/ustazah.
“Apakah mayat /orng yg sudah meninggal itu bisa mendatangi manusia yang masih hidup dan menitipkan pesan-pesan ,ย  tanpa bertemu dari mimpi?.

mohon penjelasan nya ๐Ÿ™๐Ÿ™

Jawab:
Wa’alaikum salam

Ruh orang yang sudah meninggal sesungguhnya sudah berada di alam lain. Kita tidak tahu kondisi mereka, apakah sedang mendapatkan nikmat ataukah sedang disiksa karena dosa-dosa mereka sewaktu di dunia.

Terkait orang shalih, ruh mereka akan mendapatkan kenikmatan sebelum mereka masuk ke dalam surga sebagaimana firman Allah berikut:

ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฅูุฐูŽุง ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุญูŽุฏูŽู‡ูู…ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจู‘ู ุงุฑู’ุฌูุนููˆู†ู ( ) ู„ูŽุนูŽู„ู‘ููŠ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ู ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ูููŠู…ูŽุง ุชูŽุฑูŽูƒู’ุชู ูƒูŽู„ู‘ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ูƒูŽู„ูู…ูŽุฉูŒ ู‡ููˆูŽ ู‚ูŽุงุฆูู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุงุฆูู‡ูู…ู’ ุจูŽุฑู’ุฒูŽุฎูŒ ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ูŠูุจู’ุนูŽุซููˆู†ูŽ

(Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: โ€œYa Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), ( ) agar aku bisa berbuat amal yang saleh yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang dia ucapkan saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan. (QS. Al-Mukminun: 99 โ€“ 100)

Allah mengabarkan bagaimana orang kafir menyesali hidupnya. Mereka berharap agar dikembalikan ke

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุญู’ุณูŽุจูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู‚ูุชูู„ููˆุง ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู‹ุง ุจูŽู„ู’ ุฃูŽุญู’ูŠูŽุงุกูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูŽุจู‘ูู‡ูู…ู’ ูŠูุฑู’ุฒูŽู‚ููˆู†ูŽ

Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. (QS. Ali Imran: 169)

Ibnu Masโ€™ud menjawab, โ€œSaya pernah tanyakan hal ini kepada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, dan beliau menjawab:

ุฃุฑูˆุงุญู‡ู… ููŠ ุฌูˆู ุทูŠุฑ ุฎุถุฑ ู„ู‡ุง ู‚ู†ุงุฏูŠู„ ู…ุนู„ู‚ุฉ ุจุงู„ุนุฑุด ุชุณุฑุญ ู…ู† ุงู„ุฌู†ุฉ ุญูŠุซ ุดุงุกุช ุซู… ุชุฃูˆูŠ ุฅู„ู‰ ุชู„ูƒ ุงู„ู‚ู†ุงุฏูŠู„ ูุงุทู„ุน ุฅู„ูŠู‡ู… ุฑุจู‡ู… ุงุทู„ุงุนุฉ ุŒ ูู‚ุงู„ : ู‡ู„ ุชุดุชู‡ูˆู† ุดูŠุฆุง ุŸ ู‚ุงู„ูˆุง : ุฃูŠ ุดูŠุก ู†ุดุชู‡ูŠ ูˆู†ุญู† ู†ุณุฑุญ ู…ู† ุงู„ุฌู†ุฉ ุญูŠุซ ุดุฆู†ุง . ููุนู„ ุฐู„ูƒ ุจู‡ู… ุซู„ุงุซ ู…ุฑุงุช ุŒ ูู„ู…ุง ุฑุฃูˆุง ุฃู†ู‡ู… ู„ู† ูŠูุชุฑูŽูƒูˆุง ู…ู† ุฃู† ูŠูŽุณุฃู„ูˆุง ู‚ุงู„ูˆุง : ูŠุง ุฑุจ ู†ุฑูŠุฏ ุฃู† ุชุฑุฏ ุฃุฑูˆุงุญู†ุง ููŠ ุฃุฌุณุงุฏู†ุง ุญุชู‰ ู†ู‚ุชู„ ููŠ ุณุจูŠู„ูƒ ู…ุฑุฉ ุฃุฎุฑู‰ ุŒ ูู„ู…ุง ุฑุฃู‰ ุฃู† ู„ูŠุณ ู„ู‡ู… ุญุงุฌุฉ ุชูุฑูƒูˆุง

โ€œRuh-ruh mereka di perut burung hijau. Burung ini memiliki sarang yang tergantung di bawah โ€˜Arsy. Mereka bisa terbang kemanapun di surga yang mereka inginkan. Kemudian mereka kembali ke sarangnya. Kemudian Allah memperhatikan mereka, dan berfirman: โ€˜Apakah kalian menginginkan sesuatu?โ€™ Mereka menjawab: โ€˜Apa lagi yang kami inginkan, sementara kami bisa terbang di surga ke manapun yang kami inginkan.โ€™ Namun Allah selalu menanyai mereka 3 kali. Sehingga ketika mereka merasa akan selalu ditanya, mereka meminta: โ€˜Ya Allah, kami ingin Engkau mengembalikan ruh kami di jasad kami, sehingga kami bisa berperang di jalan-Mu untuk kedua kalinya.โ€™ Ketika Allah melihat mereka sudah tidak membutuhkan apapun lagi, mereka ditinggalkan.โ€ (HR. Muslim no. 1887)

Sementara bagi orang yang berdosa, mereka mendapatkan siksa sebagaimana hadis dari Abu Thalhah, bahwa setelah belalu 3 hari pasca-perang Badar, Rasulullah saw mendatangi tempat pertempuran bersama para sahabat dan memasukkan mayit orang musyrik ke dalam satu lubang. Selanjutnya beliau bersabda,

ูŠุง ุฃุจุง ุฌู‡ู„ ุจู† ู‡ุดุงู…ุŒ ูŠุง ุฃู…ูŠุฉ ุจู† ุฎู„ูุŒ ูŠุง ุนุชุจุฉ ุจู† ุฑุจูŠุนุฉุŒ ูŠุง ุดูŠุจุฉ ุจู† ุฑุจูŠุนุฉุŒ ุฃู„ูŠุณ ู‚ุฏ ูˆุฌุฏุชู… ู…ุง ูˆุนุฏ ุฑุจูƒู… ุญู‚ุงู‹ุŸ ูุฅู†ูŠ ู‚ุฏ ูˆุฌุฏุช ู…ุง ูˆุนุฏู†ูŠ ุฑุจูŠ ุญู‚ุงู‹

Wahai Abu Jahl bin Hisyam, wahai Umayah bin Khalaf, wahai Uthbah bin Rabiโ€™ah, wahai Syaibah bin Rabiโ€™ah, apakah kalian telah mendapatkan kenyataan dari apa yang dijanjikan Rab kalian? Sungguh aku telah mendapatkan kenyataan dari apa yang dijanjikan Rabku. Spontan Umar bertanya, โ€œYa, Rasulullah, bagaimana mereka bisa mendengar? Bagaimana mereka bisa menjawab? Padahal mereka sudah jadi bangkai.โ€ Rasulullah saw menjawab:

ูˆุงู„ุฐูŠ ู†ูุณูŠ ุจูŠุฏู‡! ู…ุง ุฃู†ุชู… ุจุฃุณู…ุน ู„ู…ุง ุฃู‚ูˆู„ ู…ู†ู‡ู…ุŒ ูˆู„ูƒู†ู‡ู… ู„ุง ูŠู‚ุฏุฑูˆู† ุฃู† ูŠุฌูŠุจูˆุง

Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya. Kalian tidak lebih mendengar dari apa yang aku ucapkan dari pada mereka. Namun mereka tidak bisa menjawab. (HR. Bukhari).

Intinya, tidak usahlah dihiraukan perkataan orang yang mengatakan bahwa ruh akan menemui orang hidup dan memberikan wasiat, karena kita tidak mengetahui kondisi mereka. Sesungguhnya mereka telah berada di alam lain. Bisa saja yang datang itu adalah jin yang menyerupai orang yang sudah meninggal dengan tujuan untuk mengganggu keluarga yang ditinggal. Wallahu aโ€™lam.

(Ustadz Wahyudi Abdurrahim, Lc., M.M)

Infak untuk pengembangan website dan aplikasi Tanya Jawab Agama: Bank BNI Syariah No. Rekening 0506685897 a.n Muhamad Muflih.

Wakaf untuk pembangunan Pesantren Almuflihun: Bank BNI No. Rekening 0425335810 a.n Yayasan Al Muflihun Temanggung.

Konfirmasi transfer +628981649868 (SMS/WA)

Komentari

Tag

Materi terkait

Back to top button
Close
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker